![]() |
| Ilustrasi Media Metromini / Google Al |
BIMA, TM – Dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Seorang anak di Desa Tadewa dilaporkan mengalami kondisi mengkhawatirkan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Sabtu, 4 April 2026.
Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran dan reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pengolahan makanan serta lemahnya pengawasan dalam proses distribusi hingga penyajian.
Dalam berbagai tanggapan yang beredar, warga menyoroti kemungkinan terjadinya kontaminasi silang serta kurangnya pemahaman pekerja dapur terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Bahaya ini bisa saja disebabkan oleh kontaminasi silang dan kebersihan dapur yang tidak terjaga, apalagi jika pekerja belum memahami SOP dengan baik,” ujar salah satu warga dilansir Media Metromini.
Selain itu, dugaan kelalaian dalam sistem pengawasan juga menjadi sorotan serius. Warga menilai pengawasan saat makanan disajikan kepada penerima manfaat tidak dilakukan secara ketat.
“Diduga pengawasan saat distribusi dan penyajian tidak maksimal. Ini pelanggaran serius dan harus segera diusut tuntas,” tegas warga lainnya.
⚠️ Dua Titik Rawan: Dapur dan Distribusi
Kasus ini mengarah pada dua titik krusial dalam pelaksanaan program MBG, yakni proses pengolahan di dapur dan sistem distribusi makanan. Beberapa potensi masalah yang disorot antara lain:
Standar kebersihan dapur yang diduga tidak terpenuhi
Risiko kontaminasi silang antar bahan makanan
Sumber daya manusia (SDM) yang belum memahami SOP pengolahan pangan
Distribusi makanan yang kurang terkontrol dan minim pengawasan
Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan tersebut tidak hanya sebatas kelalaian teknis, tetapi berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.
🔎 Desakan Publik: Usut Tuntas dan Transparan
Masyarakat kini mendesak pihak terkait untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. Beberapa tuntutan yang mengemuka di antaranya:
Mengidentifikasi dapur penyedia makanan MBG
Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap SOP
Mengaudit standar kebersihan dan keamanan pangan
Menindak tegas pihak yang terbukti lalai
Program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak diharapkan tidak justru menjadi sumber risiko kesehatan. Publik menegaskan bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan. (Red)


