-->

Notification

×

Kurir Sabu 1 Kg Ditangkap, Jaringan Dikendalikan dari Dalam Lapas

Saturday, April 4, 2026 | April 04, 2026 WIB | 2026-04-04T13:17:45Z
Tambora Media / Al


LOMBOK TIMUR, TM – Upaya peredaran narkotika dalam skala besar kembali berhasil digagalkan aparat kepolisian. Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur membekuk seorang kurir sabu dengan barang bukti lebih dari 1 kilogram di wilayah Aikmel.


Pelaku berinisial T, warga Cepak Daya, ditangkap saat hendak melakukan transaksi di pinggir jalan. Penangkapan berlangsung pada Kamis malam (2/4/2026) sekitar pukul 22.23 WITA di Jalan Abdul Manan, Desa Keroya.


Operasi penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba IPTU Fedy Miharja, setelah pihak kepolisian menerima informasi akurat terkait pergerakan pelaku yang menggunakan sepeda motor.


Saat dilakukan penyisiran di lokasi kejadian, petugas menemukan sebuah plastik hitam yang dibuang tidak jauh dari posisi pelaku. Setelah diperiksa, paket tersebut ternyata berisi sabu yang dikemas dalam bungkus teh China dengan berat bruto mencapai 1,08 kilogram.


Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku. Namun, dari hasil penggeledahan tersebut tidak ditemukan tambahan barang bukti.


Dari hasil interogasi awal, terungkap fakta bahwa pelaku diduga hanya berperan sebagai kurir dalam jaringan narkotika yang lebih besar. Jaringan tersebut bahkan disebut-sebut dikendalikan oleh seseorang dari dalam lembaga pemasyarakatan.


“Pelaku diduga dikendalikan oleh seseorang yang sedang menjalani hukuman di Lapas Tanjung Pinang. Sementara barang diperoleh dari jaringan lain di Lombok Tengah,” ungkap IPTU Fedy, dikutip Radar Salaparang.com.


Selain barang bukti sabu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor dan ponsel milik pelaku yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam transaksi.


Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat berupa penjara seumur hidup hingga pidana mati.


Kasus ini kembali menjadi peringatan serius bahwa peredaran narkotika masih terus berlangsung, bahkan dikendalikan dari balik jeruji besi. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan yang lebih luas. (Red)

×