-->

Notification

×

Aliansi Cipayung dan AMPERA BIMA Geruduk DPRD Bima, Tuntut Kehadiran Nyata Wakil Rakyat

Thursday, June 25, 2026 | June 25, 2026 WIB | 2026-06-25T12:34:05Z

Aliansi Cipayung dan AMPERA BIMA, terdiri dari SMI, HMI-MPO, serta GMNI Kota dan Kabupaten Bima, saat menggelar aksi di DPRD Kab. Bima

BIMA, TM – Ratusan elemen pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung dan AMPERA BIMA, terdiri dari SMI, HMI-MPO, serta GMNI Kota dan Kabupaten Bima, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan mendatangi Gedung DPRD Kota Bima dan DPRD Kabupaten Bima.


Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi rakyat terkait berbagai persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik. Namun, para demonstran mengaku kecewa setelah menemukan kondisi gedung wakil rakyat yang dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab terhadap masyarakat.


Menurut massa aksi, saat mereka tiba di lokasi pada jam kerja resmi, hampir seluruh ruangan dan lingkungan kerja DPRD dalam keadaan kosong. Tidak terlihat satu pun anggota dewan yang hadir untuk menerima ataupun mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.


"Kami sangat kecewa. Gedung yang seharusnya menjadi pusat perjuangan dan penyalur aspirasi rakyat justru kosong melompong saat jam kerja. Tidak ada satu pun anggota dewan yang hadir menjalankan amanah rakyat," tegas salah satu perwakilan massa aksi.


Aliansi AMPERA BIMA menilai kondisi tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab sebagai wakil rakyat, terutama di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Bima saat ini.


Meski demikian, hasil komunikasi dengan pihak sekretariat DPRD menghasilkan kesepakatan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara resmi pada hari Senin mendatang.


Massa aksi menegaskan akan memberikan kesempatan kepada DPRD untuk membuktikan komitmennya dalam menindaklanjuti berbagai tuntutan yang telah disampaikan. Namun mereka juga memberikan peringatan keras apabila pengabaian tersebut kembali terjadi.


"Jika pengabaian ini terulang, maka sesuai kesepakatan yang telah dibangun secara administratif bersama, Revolusi Total akan mengguncang Tanah Bima," tegas perwakilan massa dalam pernyataannya.


Sementara itu, GMNI Kota Bima menegaskan bahwa kehadiran Aliansi AMPERA BIMA dalam aksi tersebut bukan sekadar membawa daftar tuntutan, melainkan untuk mengingatkan kembali pentingnya eksistensi dan tanggung jawab seorang wakil rakyat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi berbagai persoalan.


"Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan tuntutan. Kami ingin memastikan bahwa wakil rakyat benar-benar hadir dan bertanggung jawab terhadap kondisi masyarakat yang saat ini sedang tidak baik-baik saja," ujar perwakilan GMNI Kota Bima.


Aliansi AMPERA BIMA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat hingga mendapatkan respons dan solusi yang nyata dari para pemangku kebijakan.


"Ingat baik-baik, kami tidak akan mundur. Kami akan terus berdiri di garis depan bersama rakyat Bima," tutupnya. (Red)

×