-->

Notification

×

Jembatan Pelabuhan Bima Ambruk, Truk Terperosok, Akses Sempat Lumpuh, Berikut Penjelasan Pelindo

Tuesday, April 7, 2026 | April 07, 2026 WIB | 2026-04-07T03:59:51Z

Humas Pelindo Bima dan Kondisi mobil truk terperosot di jembatan pelabuhan Bima

Kota Bima, TM – Sebuah jembatan di area Pelabuhan Bima dilaporkan ambruk pada Senin (6/4/2026), menyebabkan satu unit truk terperosok dan nyaris terbalik di lokasi kejadian. Insiden tersebut sontak menarik perhatian warga dan para pengguna jasa pelabuhan.


Peristiwa terjadi saat truk melintas di atas jembatan yang diduga sudah mengalami kerusakan sebelumnya. Struktur jembatan yang tidak lagi mampu menahan beban kendaraan berat akhirnya runtuh secara tiba-tiba.


Akibatnya, truk yang berada di atas jembatan kehilangan keseimbangan dan terperosok ke bagian yang ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sopir truk dilaporkan mengalami syok.


Sejumlah warga dan pekerja pelabuhan langsung bergerak membantu proses evakuasi kendaraan. Sementara itu, arus transportasi di sekitar pelabuhan sempat mengalami gangguan akibat insiden tersebut.


Kepala Pelindo, Rio Dwi Santoso, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terperosok.


“Benar, saat ini kami sedang melakukan evakuasi mobil truk tersebut,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).


Terpisah, pihak Humas Pelindo menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk merupakan bagian dari pelabuhan lama yang sudah termakan usia. Bahkan, menurutnya, tanda peringatan telah dipasang sebelumnya untuk mengingatkan pengguna agar berhati-hati saat melintas.


“Strukturnya sudah lama, dibangun sekitar tahun 1995. Tanda peringatan juga sudah dipasang, namun kemungkinan tidak diperhatikan oleh sopir,” jelasnya.


Sebagai langkah penanganan awal, pihak pelabuhan telah memasang garis pembatas (police line) di sekitar lokasi kejadian guna mencegah insiden serupa. Selain itu, laporan resmi juga akan segera disampaikan ke pihak pusat untuk penanganan dan perbaikan lebih lanjut.


Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perawatan infrastruktur, terutama pada fasilitas vital seperti pelabuhan yang menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Kota Bima. (Red)

×