![]() |
| Ilustraai Media Metromini / Google Al |
KOTA BIMA, TM – Pelaksanaan proyek drainase primer di perbatasan Kelurahan Nae dan Santi, Kota Bima, terus menunjukkan progres positif. Proyek yang merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, Pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Syamsurih turun langsung ke lokasi proyek guna memastikan kelancaran pekerjaan sekaligus meredam polemik terkait lahan warga yang terdampak. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh PPK proyek dari BBWS NT1, jajaran Pemerintah Kelurahan Santi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak pelaksana dari PT Nindya Karya.
Dalam pertemuan nonformal yang berlangsung di halaman rumah warga, Ketua DPRD memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya proyek tersebut bagi masa depan Kota Bima, khususnya dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahun.
“Program NUFReP ini adalah anugerah besar bagi daerah kita. Nilainya bahkan melampaui APBD Kota Bima. Di tengah keterbatasan anggaran, bantuan dari Bank Dunia ini harus kita dukung bersama,” tegas Syamsurih, di kutip Media Metromini Jum'at (3/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan proyek ini akan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi risiko banjir serta menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap bencana hingga tahun 2028 mendatang.
Pendekatan persuasif yang dilakukan membuahkan hasil. Salah satu pemilik lahan terdampak, Raihan, bersama keluarganya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek drainase tersebut.
“Setelah mendapatkan penjelasan langsung, kami memahami manfaatnya dan siap mendukung. Harapan kami, pelaksanaannya tetap sesuai batas yang telah disepakati,” ujar Raihan.
Sementara itu, Lurah Santi, Rama Fitri, mengapresiasi sikap kooperatif warga serta menilai kualitas pekerjaan proyek berjalan dengan baik dan sesuai standar.
“Kami sangat mengapresiasi mutu pekerjaan yang dilakukan. Semoga di akhir pelaksanaan nanti, bangunan warga yang terdampak dapat direkondisi sesuai kesepakatan,” ungkapnya.
Di sisi lain, PPK Program NUFReP Kota Bima, Dinul Hayat, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama Ketua DPRD, pemerintah kelurahan, serta aparat keamanan yang aktif mendampingi di lapangan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan proyek strategis ini dalam upaya mengurangi risiko banjir di Kota Bima.
Dengan dukungan masyarakat yang semakin solid, proyek drainase primer di Kelurahan Santi diharapkan dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan hidup warga Kota Bima ke depan. (Red)


