-->

Notification

×

Buka OKK PWI se-Pulau Sumbawa, Wabup Ansori Tekankan Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Perkuat Pembangunan

Sunday, October 25, 2026 | October 25, 2026 WIB | 2026-10-25T02:29:25Z
Pembuakaan OKK PWI Se-Pulau Sumbawa NTB, oleh Wakil Bupati  Sumbawa


SUMBAWA BESAR, TM – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Pulau Sumbawa yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Wabup Ansori mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai kabupaten di Pulau Sumbawa tersebut. Menurutnya, OKK menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan integritas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Dalam sambutannya, Ansori menyampaikan terima kasih kepada jajaran PWI Pusat, PWI NTB, serta seluruh pengurus PWI kabupaten dan kota se-Pulau Sumbawa yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


Ia berharap, materi dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti OKK dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab.


“Tugas wartawan tidak hanya meliput, tetapi juga menjaga NKRI. Semoga hasil kegiatan ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Ansori.


Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan peran pers untuk menyampaikan informasi pembangunan dan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan fakta di lapangan.


Karena itu, ia menilai hubungan pemerintah dan pers perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka serta kerja sama yang sehat, tanpa mengesampingkan profesionalisme dan independensi jurnalistik.


“Kami pemerintah mengabdikan diri kepada rakyat. Pemerintah dan wartawan perlu bersinergi, karena masyarakat membutuhkan informasi yang akurat,” katanya.


Ansori juga mengakui bahwa profesi wartawan memiliki tantangan besar, terutama di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan media siber. Wartawan dituntut memiliki wawasan luas, integritas, serta kemampuan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


Ia menambahkan, kritik dan pemberitaan pers turut menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan kebijakan serta pelaksanaan pembangunan daerah. Oleh sebab itu, pemerintah harus terbuka terhadap informasi dan kritik yang disampaikan secara profesional.


“Kalau tidak ada wartawan, program pemerintah bisa saja tidak diketahui masyarakat. Karena itu sinergi antara OPD dan pers sangat penting,” tegasnya.


PWI Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan


Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, H. Joko Tetuko, menjelaskan bahwa OKK merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas wartawan di seluruh Indonesia.


Ia menyinggung perkembangan kehidupan pers setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pada era reformasi, yang membuka ruang lebih luas bagi pertumbuhan perusahaan media dan media siber di berbagai wilayah Indonesia.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan 13 materi pembelajaran, antara lain standar kompetensi wartawan tingkat muda, madya, dan utama, kode etik jurnalistik, sejarah perjuangan PWI, pedoman pemberitaan ramah anak, serta pedoman pemberitaan media siber.


Joko mengingatkan bahwa PWI yang lahir pada 9 Februari 1946 memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Karena itu, wartawan diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan jurnalistik, tetapi juga memahami etika profesi, menjaga persatuan, dan menyampaikan fakta secara bertanggung jawab.


Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting agar wartawan mampu menghadapi dinamika industri media sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.


Diikuti 51 Peserta dari Lima Kabupaten
Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin Jen, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, PWI Pusat, PWI NTB, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan OKK, termasuk PT Amman dan Yellow Villa.


Kegiatan ini diikuti 51 peserta yang berasal dari lima kabupaten di Pulau Sumbawa. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan memperkuat komunikasi, solidaritas, dan koordinasi antarwartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Sejumlah pengurus PWI yang hadir di antaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat H. Joko Tetuko, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin bersama Sekretaris Fahrul Mustofa, Ketua Dewan Kehormatan PWI H. Abdussyukur, serta Kepala Sekretariat PWI NTB Arief Rachman.


Turut hadir jajaran pengurus PWI Kabupaten Bima, PWI Kota Bima, dan PWI Kabupaten Dompu. Ketua PWI Kota Bima Faharuddin bersama anggota juga mengikuti kegiatan tersebut.


Selain itu, hadir Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Saipul Arif serta perwakilan PT Amman.


Melalui pelaksanaan OKK ini, PWI berharap para peserta semakin memahami prinsip-prinsip jurnalistik, menaati kode etik, dan meningkatkan kualitas pemberitaan di daerah masing-masing.


Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pers terus menjalankan perannya sebagai penyampai informasi sekaligus mitra kritis dalam pembangunan. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap informasi, memperkuat transparansi, dan mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.


Kegiatan OKK PWI se-Pulau Sumbawa pun menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme wartawan sekaligus meneguhkan komitmen pers dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (Red)

×