-->

Notification

×

Krisis Air Bersih Meluas, 9.453 Warga Kota Bima Terdampak Kekeringan

Thursday, September 17, 2026 | September 17, 2026 WIB | 2026-09-17T10:35:20Z
Ilustrasi Tambora Media / AI 


Kota Bima, TM — Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kota Bima semakin meluas. Berdasarkan data pemutakhiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima per Agustus 2026, kekeringan telah berdampak pada 16 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, dengan jumlah mencapai 2.866 Kepala Keluarga (KK) atau 9.453 jiwa.


Dikutip melalui JangkapBima.com, Kepala BPBD Kota Bima melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Nazamuddin, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih seiring berlangsungnya musim kemarau.


Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bima telah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.


Wilayah terdampak tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Rasanae Barat, krisis air bersih terjadi di Kelurahan Tanjung pada dua RT, Kelurahan Pane, Kelurahan Dara di Lingkungan Bina Baru, serta Kelurahan Paruga yang meliputi Lingkungan Sarata, Bara Barat dan BTN Sarata.


Kemudian di Kecamatan Mpunda, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Sambinae, khususnya BTN Sambinae, Kelurahan Panggi, Manggemaci, dan Monggonao.


Sementara di Kecamatan Raba, kekeringan berdampak pada Kelurahan Rontu, Penanae, dan Kendo yang mencakup tujuh lingkungan.


Di Kecamatan Asakota, wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi Kelurahan Melayu, Jatibaru, dan Jatibaru Timur. Sedangkan di Kecamatan Rasanae Timur, dampak kekeringan tercatat terjadi di Kelurahan Kodo.


Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, TRC melakukan pendistribusian air bersih secara rutin setiap hari ke sejumlah lokasi yang terdampak.


Penanganan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas instansi, di antaranya BPBD, Dinas Sosial, Bagian Umum, PMI, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Polri. Upaya distribusi air bersih tersebut juga mendapat dukungan dari Bank NTB.


Nazamuddin mengatakan, distribusi air dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pasokan air, terutama untuk kebutuhan memasak dan keperluan domestik sehari-hari.


“Penyaluran ini bertujuan memastikan pasokan air untuk kebutuhan memasak dan domestik warga tetap terpenuhi, mengingat kita sedang berada di puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang,” ujar Nazamuddin.


BPBD mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan hemat. Imbauan tersebut dinilai penting mengingat debit air tanah di sejumlah wilayah mulai mengalami penyusutan akibat panjangnya musim kemarau.


Pemerintah Kota Bima memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi dampak kekeringan, terutama untuk menjaga agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal. (Red)

×