-->

Notification

×

Yayasan Klarifikasi Polemik SPPG Oi Saro: Ilham, Ahli Gizi hingga Rekrutmen Supplier

Monday, September 14, 2026 | September 14, 2026 WIB | 2026-09-14T11:16:44Z
Farhan selalu Pihak Yayasan


BIMA, TM — Pihak Yayasan memberikan klarifikasi terkait berbagai informasi yang berkembang mengenai pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.


Klarifikasi tersebut mencakup permasalahan Kepala Rotasi SPPG Ilham Jauharis, pengunduran diri ahli gizi Cita Sugesti Wulandari, tenaga relawan hingga mekanisme pengadaan atau pembiayaan pemasok bahan makanan.


Perwakilan Yayasan, Farhan, mengatakan permasalahan di SPPG Oi Saro pada awalnya tidak terlalu rumit. Menurutnya, masalah bermula dari adanya pembelanjaan yang dinilai melebihi pagu anggaran.


Ilham kemudian dipanggil oleh Koordinator Wilayah (Korwil) BGN bersama pihak yayasan untuk diberikan teguran dan diminta memperbaiki kinerja. Dalam proses tersebut, Ilham dipanggil telah menerima surat peringatan (SP).


"Awal masalah sebenarnya tidak terlalu rumit. Pembelanjaan lebih dari halaman. Setelah itu dia dipanggil dan diberikan SP," ujar Farhan, Senin (14/9/2026).


Klaim Tidak Intervensi Pengelolaan Dapur
Farhan menegaskan, setelah diberikan teguran, aktivitas dapur kembali berjalan. Ia membantah pihak yayasan melakukan intervensi terhadap Ilham maupun ahli gizi selama dapur beroperasi sekitar satu bulan.


Bahkan, ia mengaku tidak pernah datang ke dapur selama satu bulan terakhir dan tidak melakukan komunikasi secara intensif dengan Kepala SPPG maupun ahli gizi.


"Saya tidak pernah mengintervensi beliau. Saya tidak pernah datang selama dapur ini berjalan satu bulan dan saya juga tidak pernah berkomunikasi dengan beliau maupun ahli gizi," katanya.


Menurut Farhan, pihak yayasan sejak awal memberikan keleluasaan kepada pengelola SPPG untuk berkontribusi.


"Saya hanya meminta kepada mereka, hargai saya. Saya tidak mengintervensi mereka dan tidak memberikan apa pun kepada mereka. Saya memberikan kebebasan dalam pengelolaan dapur saya," jelasnya.


Intervensi Bantah Pergantian Ilham
Terkait informasi mengenai pergantian atau rotasi Ilham, pihak yayasan juga membantah adanya intervensi dari yayasan.


Farhan mengatakan informasi mengenai Ilham telah diganti justru diperolehnya dari Bagus, mantan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN.


“Setelah saya mendapat informasi dari Pak Bagus, mantan korwil lama, bahwa Saudara Ilham sudah diganti, saya kemudian bertanya, diganti dengan siapa?” katanya.


Setelah itu, pihak yayasan disebut melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi tersebut. Dari komunikasi tersebut, muncul informasi bahwa Ilham telah dirotasi, termasuk kabar mengenai penempatan ke Bandung.


“Siapa yang memberikan kebijakan itu? Ada bagiannya sendiri. Artinya, tidak ada intervensi dari yayasan,” tegasnya.


Farhan kembali menegaskan bahwa yayasan tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan mengenai rotasi atau pergantian Kepala SPPG.


Soroti Keluhan Menu Makanan


Selain permasalahan Kepala SPPG, pihak yayasan juga memberikan penjelasan mengenai menu makanan yang disediakan bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Farhan mengaku pernah menghubungi ahli gizi sekitar satu minggu sebelum memberikan keterangannya. Langkah tersebut dilakukan setelah melihat sejumlah keluhan masyarakat di media sosial mengenai menu makanan.


"Saya lihat di media sosial banyak sekali yang mengeluh dengan menunya. Saya hanya satu kali menelepon," katanya.


Karena teleponnya tidak diangkat, Farhan kemudian meminta bantuan anggota keluarganya untuk menyampaikan pesan kepada ahli gizi.


Ia mengaku hanya meminta agar menu dibuat lebih bervariasi sehingga anak-anak penerima manfaat tidak bosan.


“Saya bilang, Mbak tolong dirubah menunya, dibuat variasi agar anak sekolah tidak bosan makannya,” ujarnya.


Ia mencontohkan menu makanan sebaiknya tidak diulang pada jenis makanan yang sama.


"Jangan telur terus-terus dan buah semua. Minimal Senin ayam, lalu telur, ikan tuna atau daging. Rabu bisa menu lainnya. Yang penting anak-anak tidak bosan," katanya.


Farhan menegaskan tidak pernah ada surat dari yayasan yang membatasi jenis menu. Menurutnya, masukan tersebut semata-mata untuk meningkatkan kualitas makanan bagi penerima manfaat.


Ilham Masih Disebut Bisa Mengajukan Kembali


Mengenai posisi Ilham, pihak yayasan menyampaikan bahwa apabila yang bersangkutan masih ingin bertugas di SPPG Oi Saro, ia dipersilakan mengajukan kembali kepada pihak yang memiliki kewenangan.


"Kalau Ilham mau tetap di sini, silakan ajukan kembali kepada pihak yang berwenang. Kalau untuk kami, kita bisa mendukung. Tetapi ada batasnya," ujarnya.


Menurut Farhan, berbagai masukan yang diberikan yayasan selama ini bertujuan agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan dengan baik.


Yayasan menjelaskan Mekanisme Perekrutan Supplier


Persoalan lain yang ikut diklarifikasi adalah mekanisme pengaturan pemasok bahan makanan untuk SPPG Oi Saro.


Farhan mengatakan mekanisme tersebut telah diatur dalam petunjuk teknis (juknis) Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk pada poin 4.1 dan 4.2.


Menurutnya, yayasan atau mitra memiliki kewenangan untuk merekrut pemasok, tetapi proses tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Kepala SPPG.


“Di dalam juknis BGN jelas, khususnya poin 4.1 dan 4.2. Yang dapat merekrut pemasok adalah yayasan atau mitra, tetapi harus ada persetujuan Kepala SPPG, dalam hal ini Saudara Ilham,” jelasnya.


Namun, Farhan menyebut kondisi yang terjadi di SPPG Oi Saro berbeda.


“Yang terjadi hari ini, supplier yang ada di SPPG Oi Saro direkrut oleh Saudara Ilham sendiri,” katanya.


Ia juga mengaku memperoleh informasi bahwa sebagian pemasok memiliki hubungan keluarga dengan Ilham. Meski demikian, Farhan menegaskan pihak yayasan tidak mempermasalahkan hubungan tersebut selama bahan makanan yang disediakan memenuhi standar kualitas.


"Saya tidak mempermasalahkan mau dia merekrut saudaranya, adiknya atau siapa pun. Yang penting bahan yang diberikan berkualitas untuk anak-anak kita dan bisa membantu saudara-saudara kita," ujarnya.


Yayasan Siap Jalankan Program Kembali


Mengenai kondisi dapur SPPG Oi Saro yang saat ini sementara tidak beroperasi, pihak yayasan menyatakan masih menunggu keputusan dan dokumen resmi dari BGN.


Farhan mengatakan secara teknis dapur masih dapat dijalankan apabila Kepala SPPG masih berada di tempat dan kewenangannya masih aktif.


"Sebenarnya dapur itu tidak bisa dihentikan kalau Ilham masih di sini. Masih bisa dijalankan kalau ada Saudara Ilham," katanya.


Namun, kondisi saat ini disebut berbeda karena kewenangan dan dokumen terkait masih ada pada Ilham. Oleh karena itu, pihak yayasan memilih menunggu keputusan resmi dari BGN.


"SK-nya masih dipegang beliau. Kita tunggu keputusan dari BGN dan SK yang turun. Setelah itu baru kita tahu siapa yang menerima jabatan dan supplier yang datang ke sini," ujarnya.


Farhan mengaku belum dapat memastikan kapan keputusan tersebut akan diterbitkan karena hal itu merupakan kewenangan BGN.


“Kita tunggu sampai kapan, kita juga tidak tahu. Itu hak dan izinnya BGN,” katanya.


Meski demikian, Yayasan Al Ilyas Jaya Sejahtera menyatakan siap apabila kembali diberikan kepercayaan untuk menjalankan program MBG di SPPG Oi Saro.


“Pokoknya kesiapan dari yayasan 100 persen untuk menjalankan program ini,” tegasnya.


Ia memastikan yayasan memiliki kesiapan dari sisi sumber daya maupun kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur.


Menurutnya, jika keputusan resmi dari BGN telah diterbitkan, pihak yayasan siap bergerak agar pelayanan makanan bergizi bagi anak-anak kembali berjalan.


“Kalau memang sudah ada keputusan, kita siap. Yang penting program ini bisa kembali berjalan dan kebutuhan anak-anak terpenuhi,” tutupnya. ( Red )


Tambora Media — Ungkap Fakta Dibalik Data

×