-->

Notification

×

Cari Kelapa, Pemuda 22 Tahun di Sandue - Sanggar Diduga Jatuh dari Pohon Setinggi 30 Meter

Wednesday, September 16, 2026 | September 16, 2026 WIB | 2026-09-16T02:09:34Z

Anggota Polsek sanggar saat turun langsung ke TKP

BIMA, TM — Niat seorang pemuda berusia 22 tahun, F, warga Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, untuk mencari kelapa berakhir tragis. F ditemukan meninggal dunia di So Doro Sandue, Dusun La Gaga, Desa Sandue, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.


Korban sebelumnya diketahui berpamitan dari rumah untuk mencari kelapa. Namun, beberapa waktu kemudian, dua warga yang juga sedang mencari kelapa di sekitar lokasi menemukan tubuh F tergeletak di area tersebut.


Keduanya kemudian mendekati lokasi dan mengenali sosok tersebut sebagai F, warga Desa Sandue. Temuan itu segera disampaikan kepada warga dan keluarga korban.


Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Sanggar Iptu Zuhdar langsung memerintahkan Kanit Intelkam bersama personel Polsek Sanggar untuk mendatangi lokasi guna membantu proses evakuasi.


Proses evakuasi tidak berlangsung mudah. Lokasi kejadian cukup jauh dan kondisi medan tidak memungkinkan kendaraan roda empat menjangkau titik ditemukannya korban.


Ayah kandung korban bersama keluarga dan personel Polsek Sanggar kemudian menuju lokasi. Dengan menggunakan peralatan seadanya, jenazah korban ditandu secara manual oleh warga hingga mencapai titik yang dapat dijangkau kendaraan.


Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Sanggar untuk dibawa dari lokasi kejadian.


Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 30 meter.


Sejumlah warga juga menyebut F diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Namun, keterangan tersebut merupakan informasi dari warga dan tidak dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab korban terjatuh.


Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sanggar Iptu Zuhdar, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.


“Kami atas nama pribadi dan institusi menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.


Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah. Keluarga juga memilih untuk tidak dilakukan visum maupun autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian almarhum.


Kepergian F meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Sandue. Niat sederhana untuk mencari kelapa demi memenuhi kebutuhan sehari-hari justru menjadi perjalanan terakhirnya.


F pergi dari rumah untuk menjalankan aktivitas seperti biasa, namun tidak pernah kembali dalam keadaan hidup. Kini, keluarga dan warga hanya dapat mengenang almarhum melalui doa serta kenangan semasa hidupnya.


Pasca kejadian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Sanggar dilaporkan tetap aman dan kondusif. (Red)

×