![]() |
| Direktur Eksekutif Lembaga Edukasi dan Advokasi (LEAD) NTB, Agus Mawardy |
KOTA BIMA — Direktur Eksekutif Lembaga Edukasi dan Advokasi (LEAD) NTB, Agus Mawardy, mempertanyakan peran Iwan Setiawan dalam polemik Dapur SPPG Lewirato Kota Bima, khususnya terkait persoalan kader yang menyuplai menu MBG bagi penerima B3.
Sorotan Agus muncul setelah Iwan Setiawan secara pribadi menyampaikan kepada Agus Mawardy bahwa dirinya merupakan Mitra SPPG Lewirato, bukan Inspektur.
Klaim tersebut justru menjadi pertanyaan baru bagi Agus. Sebab, Iwan Setiawan diketahui menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Bima.
Menurut Agus, persoalannya bukan sekadar bagaimana Iwan mengklaim dirinya dalam kapasitas pribadi, tetapi bagaimana posisi tersebut ditempatkan ketika yang bersangkutan masih memiliki jabatan publik.
“Beliau secara pribadi menyampaikan kepada saya bahwa Iwan Setiawan di sini adalah mitra SPPG, bukan Inspektur. Ini yang kemudian saya pertanyakan. Bagaimana mungkin jabatan publik bisa dipisahkan begitu saja ketika persoalannya berkaitan dengan program yang sedang menjadi sorotan?” ujar Agus.
Agus menilai, posisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan maupun independensi pengawasan.
Ia menegaskan, polemik SPPG Lewirato harus dilihat secara utuh, terutama menyangkut persoalan kader yang selama ini berkaitan dengan distribusi menu MBG untuk kelompok B3.
“Yang harus jelas adalah siapa mitranya, siapa pengelolanya, siapa yang bertanggung jawab terhadap distribusi B3 dan bagaimana pengawasannya. Jangan sampai persoalan internal justru berdampak kepada penerima manfaat,” tegas Agus.
Agus meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status kemitraan Iwan Setiawan, struktur pengelolaan SPPG Lewirato, data penerima B3, serta mekanisme distribusi dan pengawasannya.
Metromini Media memberikan ruang hak jawab kepada Iwan Setiawan dan seluruh pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan ini. (Red)


