![]() |
| Kondisi gunung Tambora yang terbakar saat ini. |
BIMA, TM – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional (TN) Tambora terus menjadi perhatian. Hingga 21 Agustus 2026, kebakaran yang terjadi pada zona rimba dan zona pemanfaatan dilaporkan telah berdampak sementara terhadap sekitar 402,04 hektare kawasan.
Pihak TN Tambora menyebut kondisi savana yang kering serta angin kencang menjadi faktor yang mempercepat pergerakan api di dalam kawasan.
Tim Taman Nasional Tambora hingga kini terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemadaman api, pengamanan kawasan, hingga pemantauan untuk mencegah kobaran api meluas.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Facebook Balai Taman Nasional Tambora dalam unggahan yang dipublikasikan pada Selasa (25/8/2026).
Dalam unggahan tersebut, TN Tambora juga menyampaikan pesan keras kepada pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan, terutama jika tindakan tersebut dilakukan demi kepentingan ekonomi sesaat.
“Jangan tukar sesuap nasi hari ini dengan hilangnya sumber kehidupan anak cucu esok hari.”
TN Tambora mengingatkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dapat dihitung berdasarkan luas lahan yang terbakar. Kebakaran hutan juga mengancam ekosistem dan keberlangsungan satwa yang hidup di dalam kawasan.
“Hutan yang terbakar bukan sekadar hektare. Ada satwa yang kehilangan rumah, ada kehidupan yang ikut terancam,” demikian pesan yang disampaikan.
Pengelola kawasan pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Tambora dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan.
“Jangan bakar Tambora. Jaga hutannya, jaga kehidupan.” (Red)
Sumber: Akun Facebook Balai Taman Nasional Tambora, diunggah Selasa (25/8/2026).


