-->

Notification

×

Angkat Sejarah Perjuangan Rakyat Bima, LASQI Siapkan Atraksi “Nikah Baronta”

Friday, August 14, 2026 | August 14, 2026 WIB | 2026-08-14T09:30:44Z

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bima, H. Sukarno, SH


Kota Bima, TM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bima tahun ini akan dikemas tidak hanya dengan agenda seremonial, tetapi juga pertunjukan seni budaya yang mengangkat sejarah perjuangan masyarakat Bima.


Pemerintah Kota Bima melalui Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya Kota Bima, dengan dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), menyiapkan atraksi kolosal bertajuk “Nikah Baronta”.


Pertunjukan tersebut dijadwalkan digelar pada 17 Agustus 2026, setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, bertempat di halaman Kantor Wali Kota Bima.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bima, H. Sukarno, SH, mengatakan atraksi “Nikah Baronta” merupakan bagian dari upaya menghadirkan kembali sejarah dan budaya lokal melalui seni pertunjukan.


Menurutnya, “Nikah Baronta” mengangkat kisah kolosal tentang perlawanan rakyat Bima pada masa pemerintahan Sultan Bima Muhammad Salahuddin terhadap tentara Jepang.


“Nikah Baronta mengangkat kisah kolosal mengenai perlawanan rakyat Bima pada masa Sultan Bima Muhammad Salahuddin terhadap tentara Jepang,” ujar H. Sukarno, Jumat (14/8/2026).


Seni Pertunjukan Jadi Media Mengenalkan Sejarah


H. Sukarno menjelaskan, pertunjukan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, atraksi “Nikah Baronta” diharapkan menjadi media edukasi sejarah, terutama bagi generasi muda.


Melalui seni pertunjukan kolosal, kisah perjuangan masyarakat Bima dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat.


Tokoh-tokoh sejarah, semangat perlawanan, serta nilai keberanian masyarakat Bima dalam menghadapi penjajahan diharapkan dapat kembali dikenalkan kepada generasi penerus.


Dalam atraksi tersebut, Aan Saputra bersama LASQI Nusantara Jaya Kota Bima menjadi penggerak utama pertunjukan. Sementara Ketua LASQI Kota Bima, Hj. Badrah Ekawati, turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


H. Sukarno menyebut atraksi “Nikah Baronta” akan diperankan sekaligus disutradarai oleh praktisi seni dan budaya Aan Saputra.


“Atraksi Nikah Baronta nanti akan diperankan dan disutradarai praktisi seni dan budaya Aan Saputra,” jelasnya.


Menghidupkan Kembali Jejak Perjuangan Bima
Momentum peringatan kemerdekaan dinilai menjadi ruang yang tepat untuk kembali menghidupkan berbagai kisah perjuangan masyarakat di daerah.


Sejarah perjuangan rakyat Bima menjadi bagian penting dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam menghadapi masa penjajahan. Karena itu, pengemasan sejarah melalui seni dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat.


Atraksi “Nikah Baronta” diharapkan mampu menggambarkan keberanian dan semangat perlawanan masyarakat Bima sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.


Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi serta masuknya berbagai budaya populer.


Digelar Usai Upacara HUT ke-81 RI


Berdasarkan informasi dari Disbudpar Kota Bima, pertunjukan “Nikah Baronta” akan digelar pada 17 Agustus 2026 di halaman Kantor Wali Kota Bima, setelah rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Masyarakat yang mengikuti rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan diharapkan dapat menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.


Selain menjadi tontonan budaya, atraksi ini membawa pesan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari perjuangan tokoh-tokoh di tingkat nasional, tetapi juga dibangun dari keberanian rakyat di berbagai daerah.


Bukan Sekadar Pertunjukan Seremonial
Pemerintah daerah berharap “Nikah Baronta” tidak berhenti sebagai pertunjukan dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan semata.


Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bima secara berkelanjutan kepada generasi muda.


Pelestarian budaya, menurut pemerintah daerah, bukan hanya menjaga tradisi yang diwariskan leluhur, tetapi juga memastikan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan kecintaan terhadap daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman.


Dengan mengangkat kisah perjuangan rakyat Bima melalui atraksi “Nikah Baronta”, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Bima diharapkan menjadi ruang untuk mengenang sejarah, merawat budaya, sekaligus menanamkan semangat perjuangan kepada generasi penerus. (Red)

×