![]() |
| Situasi pemblokiran jalan fi Desa Simpasai |
Bima, TM — Warga Desa Simpasai, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, memblokade akses jalan utama desa pada Jumat (14/8/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap dan menangkap pelaku dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Pemblokiran jalan dipicu oleh keresahan warga terhadap kasus dugaan curanmor yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian. Warga meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengungkap siapa pelaku di balik kasus yang meresahkan masyarakat.
Bagi warga, lambannya penanganan kasus dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan serta mengganggu rasa aman masyarakat. Karena itu, mereka memilih menyampaikan aspirasi dengan memblokade akses jalan utama desa sebagai bentuk tekanan agar kasus tersebut segera mendapat perhatian serius.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Monta kemudian turun melakukan pendekatan dan negosiasi dengan warga. Setelah dilakukan komunikasi, warga akhirnya bersedia membuka kembali akses jalan sebelum tiba waktu pelaksanaan salat Jumat.
Jalan yang sebelumnya diblokade pun kembali dapat dilalui dan aktivitas lalu lintas masyarakat berangsur normal.
Warga berharap aparat kepolisian tidak berhenti pada proses mediasi, tetapi segera melakukan penyelidikan secara serius untuk mengungkap dugaan kasus curanmor tersebut. Mereka juga meminta apabila pelaku telah teridentifikasi, proses hukum segera dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi tersebut menjadi gambaran keresahan masyarakat terhadap keamanan lingkungan sekaligus harapan agar aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi warga Desa Simpasai. (Red)


