-->

Notification

×

Tiga Hari Pasca Kebakaran, Keluarga Gerson di Paruga Masih Berjuang: Butuh Air Bersih dan Bantuan Logistik

Friday, May 8, 2026 | May 08, 2026 WIB | 2026-05-08T02:10:23Z
Tambora media / AI
 


Kota Bima, TM — Tiga hari setelah musibah kebakaran melanda rumah warga di Lingkungan Sarata, RT 17, Kelurahan Paruga, kondisi keluarga korban masih memprihatinkan. Gerson Ana Messa bersama istrinya, Yustina Ina, dan keempat anak mereka kini berjuang bertahan di tengah keterbatasan, baik secara fisik maupun mental.


Ketua RT setempat, Yuda, mengungkapkan bahwa keluarga tersebut masih berada dalam kondisi traumatis pascakebakaran yang menghanguskan seluruh harta benda mereka.


 “Dengan luka bakar serius di punggung, kaki, dan tangan, saudara kita Gerson sedang berjuang untuk pulih. Jika tidak, maka akan sulit bagi keluarga ini untuk bertahan, karena beliau adalah tulang punggung keluarga,” jelas Yuda jumat (8/5/2026). 


Menurutnya, Gerson yang berasal dari Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah lebih dari dua dekade menetap dan mencari nafkah di Kota Bima. Kehadirannya telah menjadi bagian dari masyarakat setempat, tanpa sekat perbedaan asal-usul.


“Bagi kami, Gerson adalah saudara. Kami tidak membeda-bedakan. Kami akan selalu ada untuknya dan keluarganya,” ujar Yuda dengan penuh empati.


Namun, kondisi saat ini semakin sulit. Bantuan logistik tanggap darurat dari Dinas Sosial Kota Bima yang sebelumnya sempat disalurkan kini telah habis. Sementara itu, kebutuhan dasar seperti air bersih dan bahan pangan masih sangat dibutuhkan.


“Pasca musibah, keluarga ini benar-benar tidak memiliki apa-apa lagi. Semua harta benda ludes dilahap api,” tambahnya.


Sebagai bentuk kepedulian, warga sekitar bersama relawan hari ini bergotong royong membersihkan sisa-sisa puing rumah korban. Harapannya, rumah tersebut bisa kembali ditempati, meskipun dalam kondisi yang sangat sederhana.


Saat ini, bantuan dari para dermawan sangat diharapkan, khususnya berupa air bersih dan logistik untuk kebutuhan sehari-hari keluarga korban.


Di tengah keterbatasan ini, semangat solidaritas warga menjadi harapan utama bagi keluarga Gerson untuk bangkit dari musibah yang menimpa mereka. (Red

×