-->

Notification

×

Empat Bulan DAM Jebol, 200 Hektar Sawah di Piong Gagal Tanam, Petani Menunggu Tindakan Pemda

Saturday, May 2, 2026 | May 02, 2026 WIB | 2026-05-02T03:43:42Z

Ilustrasi Tambora Media / AI

BIMA, TM — Kerusakan bendungan (DAM) di Desa Piong, Kabupaten Bima, yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir, berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sekitar 200 hektar lahan sawah dilaporkan gagal tanam akibat tidak adanya pasokan air irigasi.


Kondisi ini memicu kekhawatiran para petani setempat yang sangat bergantung pada DAM tersebut sebagai satu-satunya sumber pengairan untuk lahan pertanian mereka.


Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Desa Piong, Daturahman, mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan masalah tersebut.


“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke Dinas Pertanian dan juga Dinas PUPR Kabupaten Bima. Harapannya, ada langkah cepat untuk menindaklanjuti keluhan petani dan memperbaiki DAM yang jebol,” ujarnya.


Menurut Daturahman, DAM tersebut memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas pertanian di wilayah So Na’e dengan cakupan lahan mencapai 200 hektar. Tanpa perbaikan segera, dampak kerugian bagi petani dipastikan akan semakin besar.


“DAM ini satu-satunya yang mengaliri sawah petani di desa kami. Kalau tidak segera diperbaiki, tentu sangat berpengaruh terhadap penghasilan dan ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.


Sejumlah petani mengaku terpaksa menunda masa tanam karena tidak adanya air yang cukup. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk.


Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret di lapangan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi tersebut. Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Bima agar lebih responsif terhadap persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.


Jika tidak segera ditangani, bukan hanya gagal tanam yang terjadi, namun juga potensi kerugian ekonomi yang lebih luas bagi petani di wilayah tersebut. (Red

×