![]() |
| Advokat Senior, Casman Singodimedjo |
Kota Bima, TM — Penolakan terhadap rencana kehadiran Gubernur NTB, Muhammad Iqbal, di wilayah Bima dan Dompu kian menguat. Bukan tanpa alasan, gelombang kritik dari masyarakat kini berubah menjadi bentuk ketidakpercayaan terbuka terhadap kepemimpinan yang dinilai minim hasil.
Di lapangan, kondisi infrastruktur menjadi sorotan paling tajam. Jalan rusak tersebar di berbagai titik, namun perbaikan dinilai lamban bahkan nyaris tak terlihat. Salah satu Advokat Senior, Casman Singodimedjo atau biasa disapa Casman, mempertanyakan komitmen pemerintah provinsi dalam menangani persoalan mendasar yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
“Setiap hari kami lewat jalan rusak, tapi tidak ada perubahan. Janji terus, realisasi tidak ada,” keluhnya dengan nada geram Sabtu (2/5/2026).
Kekecewaan ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah elemen masyarakat menilai selama masa kepemimpinan berjalan, belum ada gebrakan nyata yang mampu menjawab kebutuhan rakyat, khususnya di wilayah pinggiran seperti Bima dan Dompu.
Penolakan terhadap kehadiran gubernur pun menjadi simbol protes. Warga menilai kunjungan yang hanya bersifat seremonial tidak lagi relevan di tengah kondisi daerah yang dinilai “terabaikan”.
“Kalau hanya datang tanpa solusi, untuk apa? Kami butuh bukti kerja, bukan pencitraan,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Provinsi NTB terkait kritik keras dan penolakan yang berkembang di masyarakat.
Situasi ini menjadi peringatan serius: publik tidak lagi mudah diyakinkan oleh janji. Di tengah tekanan ekonomi dan buruknya infrastruktur, masyarakat kini menuntut hasil nyata—bukan sekadar narasi. (Red)


