![]() |
| Ilustrasi Tambora Media / Al |
BIMA, TM – Kritik keras terhadap kinerja anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Wera–Ambalawi kembali mencuat. Sejumlah warga menilai para wakil rakyat tersebut tidak menunjukkan peran signifikan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama terkait kerusakan infrastruktur jalan yang kian parah.
Sorotan tajam itu salah satunya disampaikan oleh Den Ardian melalui unggahan di media sosial Facebook pada Minggu (29/3/2026). Dalam tulisannya, ia menyamakan keberadaan DPRD dapil Wera–Ambalawi seperti “berhala di zaman jahiliyah” yang dinilai diam dan tidak responsif terhadap kondisi masyarakat.
“Katanya sebagai jembatan aspirasi yang mewakili suara rakyat, tapi justru kehadiran mereka tidak terlalu memberikan dampak besar bagi Kecamatan Wera–Ambalawi. Lantas di mana loyalitas dan progresivitas kalian sebagai DPRD dalam mendorong aspirasi rakyat?” tulisnya.
Ia juga menyoroti minimnya kehadiran para anggota dewan di tengah masyarakat, baik dalam forum diskusi publik maupun saat warga menghadapi persoalan serius. Menurutnya, masyarakat lebih banyak bergerak sendiri dalam menyuarakan keluhan, khususnya terkait kerusakan jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.
Den Ardian bahkan menyebut, Wera–Ambalawi “rugi” mengutus lima orang DPRD yang dinilai tidak mampu memberikan kontribusi nyata. Ia menilai para wakil rakyat tersebut cenderung pasif dan hanya menunggu program dari partai tanpa upaya aktif menjemput aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
“Apakah pernah terlihat mereka hadir dalam diskusi ilmiah? Atau hadir di tengah penderitaan rakyat? Ketika masyarakat bersuara, mereka seolah menutup mata dan telinga,” lanjutnya.
Kritik tersebut juga menyinggung sikap anggota DPRD dalam rapat paripurna yang dinilai tidak menunjukkan peran aktif, melainkan hanya mengikuti keputusan tanpa memberikan gagasan atau solusi konkret.
Selain itu, ia membandingkan dengan dapil lain yang dinilai mampu menghadirkan program-program nyata seperti bedah rumah, sementara Wera–Ambalawi dinilai tertinggal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari anggota DPRD dapil Wera–Ambalawi terkait kritik yang beredar tersebut. Namun, suara publik yang terus menguat ini menjadi sinyal penting bagi para wakil rakyat untuk lebih responsif dan hadir di tengah masyarakat yang mereka wakili. (Red)


