OPINI : Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang lahir dari kepercayaan mahasiswa. Ketika amanah itu tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka yang dirugikan bukan hanya organisasi, tetapi seluruh mahasiswa yang berharap pada peran BEM sebagai penyambung aspirasi dan penggerak perubahan.
BEM yang seharusnya hadir, bergerak, dan memberi arah. Namun ketika ketidakhadiran dan ketidakaktifan menjadi kebiasaan, semangat kolektif perlahan memudar, program kerja terhenti, dan suara mahasiswa kehilangan wadahnya. BEM bukan simbol kosong, melainkan ruang perjuangan yang menuntut tanggung jawab dan konsistensi.
Kami tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kami berhak atas kepemimpinan yang bertanggung jawab. Jika amanah ini tidak lagi mampu dijalankan, maka kejujuran untuk mengevaluasi diri atau memberi ruang bagi yang lebih siap adalah bentuk kedewasaan dalam berorganisasi.
Mahasiswa membutuhkan pemimpin yang hadir bukan hanya saat pelantikan, tetapi juga saat kerja nyata dibutuhkan. Sebab jabatan boleh berakhir, namun tanggung jawab moral akan selalu melekat.
Dan Hari ini kami menyadari bahwa BEM Renaisans tidak lagi ada dan tidak lagi bisa menjadi wadah Dan Jembatan aspirasi untuk mahasiswa UNBIM, yang perlu di garis bawahi percuma hebat di luar kalau di dalam rumah sendiri tidak teratur bahkan tidak tau arah. (Red)
Mataram, 2 Januari 2026
Penulis: M, Rangga Firdaus


