Notification

×

PJ Sekda Kota Bima Menghadiri Kegiatan Monev Terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Tahun 2024

Wednesday, November 20, 2024 | November 20, 2024 WIB Last Updated 2024-11-20T11:00:21Z

PJ Sekda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) 


Kota Bima, - PJ Sekda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Lurah Pangan Aman, Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman, serta Komunitas Pasar Pangan Aman Berbasis. Acara yang berlangsung hari ini, di aula Maja Labo Dahu Kantor Walikota Bima ini, dihadiri juga oleh berbagai pejabat terkait, yakni Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kominfotik, Kadis Pariwisata, Kadis Pertanian, Kadis Koperindag, Kadis Dikpora, Kadis Dukcapil, Kabag Pemerintahan, Camat Mpunda, Camat Rasanae Barat, Lurah Dara, Lurah Lewirato, Lurah Manggemaci, Kepala Pasar Amahami, serta beberapa perwakilan sekolah, mulai dari, SD, SMP, dan SMA/sederajat.


Dalam sambutannya, H. Supratman menyampaikan penghargaan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Balai besar BP POM Propinsi NTB, atas terselenggaranya kegiatan hari ini, dimana kegiatan ini, merupakan salah satu penunjang program prioritas Pemerintah, untuk menuju generasi Indonesia emas di Tahun 2045 nanti. . Untuk itu ia (Supratman) mengharapkan adanya kerja sama yang baik, antar instansi dalam menjamin keamanan pangan di berbagai lini, mulai dari tingkat Lurah, hingga tingkat masyarakat Kota.


“Kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab semua pihak dalam menyediakan pangan yang aman dan sehat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat,” ungkapnya.


Supratman mengharapkan adanya kesadaran semua pihak, terutama bagi pelaku usaha, UMKM, untuk bisa menjaga dan memproduksi makanan yang aman, sehat dan bergizi, karena itu yang penting, dan ia (Supratman) mengajak semua pihak yang hadir untuk sama-sama menjaganya. , dan melindungi anak-anak kita dari makanan-makanan yang berbahaya yang mengandung, boraks, pewarna makanan, dan pengawet, demi terciptanya generasi sehat, generasi emas Indonesia di tahun 2045 yang akan datang, serta mendorong semua pihak untuk terus berinovasi dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas. 


“Mari kita jadikan Kota Bima sebagai contoh daerah yang berhasil mewujudkan keamanan pangan yang menyeluruh,” harapnya. 


Program Lurah Pangan Aman ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat tingkat Lurah dalam memahami dan menerapkan prinsip keamanan pangan. Sedangkan PJAS Aman fokus pada meningkatkan keamanan pangan jajanan di sekolah, demi melindungi kesehatan generasi muda. Sementara itu, Komunitas Pasar Pangan Aman Berbasis mengajak para pedagang dan komunitas pasar untuk memastikan produk pangan yang dijual memenuhi standar kesehatan dan keamanan, jauh dari kandungan bahan-bahan berbahaya, seperti boraks, pengawet, pewarna makanan dan lain-lain.


Ditempat yang sama, Kepala Balai besar BP POM Propinsi NTB, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai, juga untuk mengetahui tantangan, ataupun kendala yang ada, dan hal-hal apa yang perlu dipersiapkan untuk mencegah tantangan tersebut . 


"Untuk mewujudkan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas dan bergizi, BP POM tidak bisa bekerja sendiri, ia berharap adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, media dan sebagainya, dalam konteks memahami, serta berperan aktif dalam hal tersebut," Terangnya. (Red

close