![]() |
| Suasana pemblokiran jalan di Cabang Bangga Kabupaten Dompu |
DOMPU, TM – Aksi pemblokiran jalan lintas provinsi kembali terjadi di Cabang Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu sore (28/10/2026). Warga menutup badan jalan dan membakar ban sebagai bentuk protes terhadap lambatnya penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan keluarga dan warga yang menilai penanganan kasus tersebut belum menunjukkan kejelasan, meskipun telah berlangsung lebih dari sepekan.
Warga turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan agar kasus yang menyangkut perlindungan anak itu segera ditangani secara serius dan memperoleh kepastian hukum.
Akibat aksi pemblokiran tersebut, arus lalu lintas di jalur vital penghubung antardaerah itu dilaporkan lumpuh total. Kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas dengan normal sehingga menimbulkan kemacetan panjang.
Berdasarkan pantauan dari foto udara menggunakan drone, sejumlah kendaraan besar, termasuk truk yang hendak menuju arah Sumbawa, tampak mengular di sekitar lokasi pemblokiran.
Kondisi ini mengakibatkan perjalanan para pengguna jalan terganggu, terutama kendaraan angkutan barang yang melintasi jalur utama tersebut.
Aksi protes ini kembali menyoroti pentingnya penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak secara cepat, profesional, dan transparan, dengan tetap memperhatikan perlindungan identitas serta kondisi psikologis korban.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera memberikan kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Kepastian hukum dinilai penting agar keluarga korban mendapatkan keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum tetap terjaga.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi resmi mengenai perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut maupun langkah aparat untuk mengatasi pemblokiran jalan. (Red)


