![]() |
| Wabup Bima dr. H. Irfan Zubaidy |
BIMA, TM — Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-39 tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, Sabtu (12/9/2026), di Arena Utama Lengge Nae-Maria, Kecamatan Wawo.
STQ tahun ini mengangkat tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Bima Bermartabat.” Kegiatan tersebut dihadiri Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos., unsur Muspika, para kepala sekolah, kepala desa, tokoh masyarakat, alim ulama, serta masyarakat Kecamatan Wawo.
Dalam sambutannya, Wabup Bima dr. H. Irfan Zubaidy menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ dan STQ memiliki arti penting, bukan hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga identitas keislaman dan keberkahan daerah.
“MTQ dan STQ merupakan identitas keislaman sekaligus untuk tetap menjaga keberkahan daerah dengan menjaga Al-Qur’an dan harus menjadi panduan hidup kita,” ungkapnya.
![]() |
| Wabup Bima dr. H. Irfan Zubaidy saat Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-39 tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 |
Menurut Wabup, nilai utama dari penyelenggaraan STQ bukan sekadar mencari peserta terbaik dalam bidang tilawah maupun tahfiz. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, ajaran, hukum dan syariat yang terkandung dalam Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam bertutur kata, bertingkah laku, mengambil keputusan maupun menentukan kebijakan.
“Kita tidak hanya ingin menjadikan STQ sebagai arena untuk melombakan bacaan Al-Qur’an, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah, ajaran, hukum-hukum dan syariat yang telah diwajibkan kepada umat Islam untuk menjadi panduan hidup,” jelasnya.
Dorong Potensi Qari dan Qariah
Wabup Irfan juga menyoroti besarnya potensi masyarakat Bima dalam bidang tilawatil Qur’an. Menurutnya, sejak dahulu daerah Bima telah melahirkan qari dan qariah berprestasi yang mampu tampil hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Potensi tersebut, kata dia, harus terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui pembinaan generasi muda.
“Sejak dahulu, masyarakat Bima memiliki potensi besar dalam tilawatil Qur’an dengan lahirnya qari dan qariah yang bertanding di tingkat nasional bahkan internasional. Ini sebuah potensi yang harus kita tumbuh kembangkan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru mengaji yang selama ini berperan penting dalam membimbing anak-anak dan generasi muda untuk mengenal serta mencintai Al-Qur’an.
Ia meminta Camat Wawo, para kepala desa, kepala sekolah dan seluruh masyarakat untuk ikut memperhatikan kesejahteraan para guru mengaji dan tenaga pembina Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Menurutnya, keberadaan guru mengaji sangat penting karena dari tangan merekalah anak-anak mulai mengenal Al-Qur’an sekaligus memahami nilai-nilai keislaman.
Diikuti Ratusan Peserta dari Sembilan Desa
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo, H. Burhanudin, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menjaring duta terbaik Kecamatan Wawo untuk mengikuti STQ tingkat Kabupaten Bima.
STQ akan berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 September 2026. Para kafilah dari sembilan desa di Kecamatan Wawo akan berkompetisi dalam sejumlah cabang lomba.
Pada cabang Tilawatil Qur’an, tercatat sebanyak 72 peserta. Peserta tersebut terdiri dari golongan anak-anak, remaja dan dewasa.
Sementara cabang Tahfizul Qur’an diikuti 51 peserta, yang terbagi dalam beberapa kategori hafalan, yakni 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz dan 30 juz.
Selain itu, terdapat cabang Qira’at As-Sab’ah Mujawwad Dewasa yang diikuti dua peserta.
Seluruh rangkaian perlombaan diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda Kecamatan Wawo, terhadap Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. (Red)



