-->

Notification

×

Lahir Prematur 1,3 Kilogram, Bayi Perempuan Asal Bima Dirawat Intensif di RSUD Kota Mataram

Wednesday, September 9, 2026 | September 09, 2026 WIB | 2026-09-09T10:55:55Z

Bayi perempuan yang lahir prematur dengan berat badan hanya 1,3 kilogram sedang dirwat di RSUD Kota Mataram

MATARAM, TM – Seorang bayi perempuan yang lahir prematur dengan berat badan hanya 1,3 kilogram harus mendapat perawatan intensif di RSUD Kota Mataram setelah kondisi kesehatannya menurun.


Bayi yang diperkirakan lahir pada usia kehamilan 33–34 minggu tersebut sebelumnya berada dalam perawatan seorang warga di kawasan Pagesangan Indah, Kota Mataram. Kondisinya kemudian memburuk setelah mengalami demam tinggi dan penurunan berat badan secara drastis.


Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan pihak kepolisian bergerak setelah menerima laporan dari warga terkait kondisi bayi tersebut.


Berdasarkan pemeriksaan medis awal menggunakan Ballard Score, bayi diketahui lahir prematur dengan perkiraan usia kehamilan sekitar 33–34 minggu dan berat badan saat lahir sekitar 1.300 gram.


Selain memiliki berat badan rendah, bayi juga menunjukkan indikasi ikterus, yakni kondisi yang ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan.


Setelah kondisinya menurun, bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD Kota Mataram pada Senin (7/9/2026) malam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, bayi tersebut merupakan anak dari pasangan kekasih asal Bima berinisial DN dan IT yang belum terikat pernikahan.


Setelah dilahirkan, bayi sempat dititipkan kepada seorang warga berinisial WYR (30). Namun, kondisi kesehatan bayi kemudian mengalami penurunan hingga akhirnya membutuhkan penanganan di rumah sakit.


Polsek Mataram telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa sejak bayi dilahirkan hingga akhirnya mendapatkan perawatan di RSUD Kota Mataram.


Polisi juga terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Untuk sementara, perhatian utama diarahkan pada kondisi kesehatan dan keselamatan bayi agar mendapatkan penanganan medis secara optimal.


Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh dari para saksi maupun pihak terkait untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian tersebut. (Red

Sumber: Bimakini.com

×