-->

Notification

×

ZChicken Program Unggulan BAZNAS RI Segera Hadir di Kota Bima, Dorong Mustahik Naik Kelas

Saturday, September 5, 2026 | September 05, 2026 WIB | 2026-09-05T02:29:23Z

Program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui ZChicken

KOTA BIMA, TM — Program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui ZChicken yang menjadi salah satu program unggulan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI segera hadir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.


Program tersebut diharapkan menjadi langkah baru dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik, khususnya melalui sektor usaha kuliner.


ZChicken merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS di bidang kuliner dengan produk utama ayam krispi. Konsep usahanya menggunakan outlet atau gerobak dengan harga yang terjangkau, sekaligus dilengkapi pembinaan dan pendampingan usaha.


BAZNAS RI menjelaskan bahwa ZChicken tidak sekadar memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem usaha bagi para mustahik, mulai dari penyediaan bahan baku, pelatihan, pendampingan, promosi hingga pengembangan jaringan usaha.


Program tersebut telah dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. ZChicken diarahkan untuk mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki atau orang yang mampu menunaikan zakat.


Segera Hadir di Kota Bima


Kehadiran ZChicken di Kota Bima menjadi peluang bagi BAZNAS untuk memperluas program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di daerah.


Melalui program ini, mustahik yang memenuhi kriteria nantinya tidak hanya mendapatkan dukungan untuk membuka usaha, tetapi juga diharapkan memperoleh pendampingan agar mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.


Skema tersebut menjadi penting karena tujuan utama pemberdayaan zakat bukan hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan mendorong mereka agar memiliki sumber pendapatan yang lebih mandiri.


BAZNAS RI sendiri menempatkan ZChicken sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi mustahik secara nasional. Program ini dirancang dengan konsep usaha yang memiliki pasar luas sekaligus memberikan pelatihan dan peralatan usaha kepada penerima manfaat.


Ketua BAZNAS NTB Dorong Program Berkelanjutan


Ketua BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, M.A., turut memberikan perhatian terhadap rencana pengembangan program ZChicken di Kota Bima.


Menurutnya, kehadiran program pemberdayaan seperti ZChicken harus diarahkan tidak hanya pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada proses pembinaan agar penerima manfaat benar-benar mampu mengembangkan usaha.


Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Bima, khususnya bagi mustahik yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk menjalankan usaha.


“Program pemberdayaan harus memberikan dampak jangka panjang. Harapannya, penerima manfaat tidak selamanya menjadi mustahik, tetapi mampu berkembang dan pada akhirnya menjadi muzaki,” demikian garis besar dukungan Ketua BAZNAS NTB terhadap pengembangan program tersebut.


Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bima: Harus Dikawal dengan Pendampingan


Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bima, Ust. Sudirman, menyambut baik rencana kehadiran ZChicken di Kota Bima.


Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi seperti ini memiliki potensi besar apabila dilaksanakan dengan perencanaan matang dan pendampingan yang berkelanjutan.


Ia menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan awal yang diberikan kepada mustahik, tetapi juga sejauh mana penerima manfaat mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha yang dijalankan.


“Yang paling penting bukan hanya bagaimana usaha ini dibuka, tetapi bagaimana usaha tersebut bisa bertahan, berkembang dan memberikan penghasilan yang berkelanjutan bagi mustahik,” ujar Ust. Sudirman.


Ia berharap ZChicken nantinya dapat menjadi salah satu model pemberdayaan zakat yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Bima.


Menurutnya, mustahik yang mendapatkan program harus benar-benar mendapatkan pembinaan, baik dalam pengelolaan usaha, pelayanan konsumen, manajemen keuangan maupun pemasaran.


“Harapan kita, program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan usaha. Mustahik harus didampingi sampai mampu mandiri secara ekonomi. Kalau sudah mandiri, tentu cita-cita akhirnya adalah mereka bisa naik kelas dan menjadi muzaki,” katanya.


Ketua BAZNAS Kota Bima Dorong ZChicken Jadi Program Pemberdayaan Berkelanjutan


Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bima, H. A. Latif, S.Pd.I., melalui Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bima, Rangga Iskandar Julkarnain, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa rencana kehadiran ZChicken merupakan bagian dari upaya memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik di Kota Bima.


BAZNAS Kota Bima melihat program tersebut bukan semata-mata sebagai pemberian bantuan usaha, tetapi sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi penerima manfaat melalui usaha yang memiliki peluang untuk berkembang.


Rangga menjelaskan, keberhasilan program nantinya sangat bergantung pada keseriusan penerima manfaat dalam menjalankan usaha, sekaligus dukungan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Karena itu, BAZNAS Kota Bima akan mendorong agar penerima manfaat memahami aspek dasar dalam menjalankan usaha, mulai dari pengelolaan modal, pencatatan keuangan, pelayanan kepada konsumen, menjaga kualitas produk hingga strategi pemasaran.


Menurutnya, konsep pemberdayaan seperti ZChicken sejalan dengan semangat pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga bagaimana dana zakat dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.


“Melalui program ini, kita berharap mustahik tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan membangun usaha secara mandiri. Tujuan akhirnya tentu bagaimana mereka dapat naik kelas secara ekonomi,” demikian substansi penyampaian Ketua BAZNAS Kota Bima melalui Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bima.


BAZNAS Kota Bima juga menilai sinergi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS NTB menjadi bagian penting agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan, terutama dalam hal pembinaan, pengawasan dan pengembangan usaha.


Bukan Sekadar Bantuan Modal


Model ZChicken yang dikembangkan BAZNAS memang menempatkan pendampingan sebagai bagian penting dari program.


Penerima manfaat mendapatkan dukungan berupa peralatan usaha, bahan baku awal serta pelatihan. Dalam pengembangannya, BAZNAS juga membangun jaringan distribusi bahan baku dan kelompok usaha mustahik.


Dengan pola tersebut, keberadaan ZChicken di Kota Bima diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Tidak hanya pemilik outlet, rantai usaha ZChicken juga dapat melibatkan berbagai sektor pendukung, mulai dari penyedia bahan baku hingga distribusi.


BAZNAS RI pada 2025 melaporkan terdapat 1.741 outlet ZChicken dan 40 stockpoint yang telah berdiri, sementara program tersebut telah membantu mustahik di berbagai kabupaten/kota.


Harapan untuk Ekonomi Masyarakat Kota Bima


Rencana kehadiran ZChicken di Kota Bima diharapkan tidak berhenti sebagai program bantuan usaha, tetapi menjadi model pemberdayaan ekonomi yang mampu melahirkan pelaku usaha baru dari kalangan mustahik.


Ke depan, sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS NTB, BAZNAS Kota Bima, pemerintah daerah serta masyarakat dinilai penting agar program dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.


Bagi masyarakat, kehadiran ZChicken juga diharapkan menjadi bukti bahwa dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi dapat dikelola menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi.


Dengan demikian, ZChicken di Kota Bima diharapkan menjadi lebih dari sekadar usaha ayam krispi. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi mustahik untuk naik kelas secara ekonomi, mandiri, dan pada akhirnya mampu berbagi kepada masyarakat lainnya.


Zakat kuat, mustahik hebat, ekonomi bermanfaat. (Red)

×