-->

Notification

×

Diduga Aniaya Warga di Cakranegara, Empat Pemuda Asal Bima-Dompu Ditangkap, Airsoftgun Disita

Sunday, September 6, 2026 | September 06, 2026 WIB | 2026-09-06T11:33:25Z

S, MR dan F, MA saat diamankan Polisi

MATARAM, TM — Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Cakranegara, Kota Mataram, berhasil diungkap jajaran Polresta Mataram. Empat pemuda asal Kabupaten Bima dan Dompu diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam insiden yang menyebabkan seorang warga mengalami sejumlah luka.


Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan satu pucuk airsoftgun yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.


Keempat pemuda yang diamankan masing-masing berinisial S, MR dan F, warga Kabupaten Dompu, serta MA, warga Kabupaten Bima. Mereka diamankan Tim URC Sat Reskrim Polresta Mataram setelah korban berinisial MT melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya.


Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 02.40 WITA di depan Mataram Hotel, Jalan Pejanggik, Kota Mataram.


Berdasarkan informasi kepolisian, kasus tersebut bermula dari kesalahpahaman antara korban bersama teman-temannya dengan para terduga pelaku. Perselisihan kemudian berlanjut hingga ke area parkiran belakang Mataram Mall.


Di lokasi tersebut, situasi kemudian memanas hingga terjadi dugaan penganiayaan terhadap korban. Akibat kejadian itu, MT mengalami sejumlah luka dan selanjutnya dilarikan ke RSUP NTB untuk mendapatkan penanganan medis.


Polisi bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan korban. Hasilnya, kurang dari 1x24 jam, petugas berhasil mengamankan tiga terduga, yakni S, F dan MA, di sebuah rumah kos di wilayah Gebang.


Sementara itu, MR sempat melarikan diri setelah kejadian. Namun, upaya tersebut tidak berlangsung lama. Polisi berhasil melacak keberadaannya hingga wilayah Labuhan Aji, Lombok Timur, dan kemudian mengamankannya.


Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP membenarkan pengamanan keempat terduga tersebut.


"Seluruh terduga sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ujarnya.


Selain mengamankan empat orang, polisi juga menyita satu pucuk airsoftgun sebagai barang bukti dalam pengungkapan kasus tersebut.


Saat ini, keempat terduga masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram. Polisi masih mendalami motif, peran masing-masing terduga, serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka.


Penyidik juga akan mendalami keterkaitan airsoftgun yang diamankan dengan peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.


Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan seluruh terduga tetap memiliki hak untuk diperlakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red

×