![]() |
| Ilustrasi Tambora Media / AI |
Bima, TM — Peredaran rokok ilegal di wilayah Bima kembali menjadi sorotan publik. Kondisi ini menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya datang dari aktivis yang dikenal dengan sebutan Insyan Binatang Demokrasi I.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Minggu (3/5/2026), ia mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum (APH) serta Bea Cukai dalam menindak maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai tersebut.
Dalam pernyataannya, Insyan menilai bahwa fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan di lapangan. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut berpotensi menjadi “lahan basah” bagi oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.
“Rokok ilegal sudah merajalela di Bima. Apa kerja Bea Cukai dan APH di daerah ini? Sepertinya ini menjadi lahan basah bagi segelintir oknum,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Pernyataan itu pun memicu perhatian warganet dan memunculkan beragam respons. Sebagian masyarakat mengaku masih dengan mudah menemukan rokok tanpa pita cukai dijual bebas di sejumlah kios dan warung.
Peredaran rokok ilegal sendiri menjadi persoalan serius karena tidak hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tetapi juga berpotensi mengganggu persaingan usaha yang sehat di sektor industri hasil tembakau.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea Cukai maupun aparat penegak hukum terkait tudingan tersebut. Namun, masyarakat berharap adanya langkah konkret dan pengawasan lebih ketat guna menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Bima. (Red)


