![]() |
| Liga Mahasiswa Demokrasi Nasional (LMDN) Kabupaten Bima saat melakukan aksi di Kantor Bulog Bima |
BIMA, TM – Liga Mahasiswa Demokrasi Nasional (LMDN) Kabupaten Bima menyoroti dugaan praktik tidak transparan dalam sejumlah aktivitas di Perum Bulog Cabang Bima yang dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan keterbukaan publik.
Sorotan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Bulog. Massa aksi menilai adanya indikasi kuat bahwa berbagai kegiatan di lingkungan Bulog Cabang Bima didominasi oleh kelompok tertentu, bahkan melibatkan unsur keluarga dalam hampir seluruh aktivitas yang dijalankan.
Menurut massa, kondisi ini mencerminkan praktik yang tidak sehat, di mana kesempatan yang seharusnya terbuka luas bagi masyarakat justru hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
“Ini menunjukkan seolah-olah hanya orang-orang tertentu saja yang diuntungkan. Padahal kegiatan ini seharusnya melibatkan masyarakat secara luas,” ungkap koordinator lapangan dalam orasinya.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti adanya pola ketergantungan di tengah masyarakat akibat dominasi pihak tertentu dalam mengendalikan aktivitas, khususnya yang berkaitan dengan penyerapan hasil panen petani.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan sosial serta menghambat pemerataan manfaat program pemerintah di sektor pangan.
Massa aksi pun mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme kerja di Bulog Cabang Bima agar seluruh kegiatan berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel.
“Kalau ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat bisa hilang. Harus ada keterbukaan dan keadilan,” tegas salah satu peserta aksi.
Tuntutan Massa Aksi:
- Mempermudah akses penjualan hasil panen petani ke Bulog
- Transparansi kebutuhan penyerapan hasil panen petani
- Membatasi keterlibatan Polri dalam proses penyerapan hasil panen
- Melakukan reformasi birokrasi di internal Bulog Cabang Bima
- Mencopot Kepala Bulog Cabang Bima
Massa aksi juga mendesak adanya pengawasan ketat dari instansi berwenang agar seluruh aktivitas yang berjalan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bulog Cabang Bima belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. (Red)


