![]() |
| Anggota DPR RI, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., turun langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak, |
BIMA, TM – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima terus mengalir. Kali ini, anggota DPR RI, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., turun langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak, sebagai bentuk respons cepat atas musibah yang menghanguskan 15 rumah warga.
Penyerahan bantuan dilakukan di lokasi terdampak, disambut haru oleh para korban yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi pascakebakaran. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta dukungan moril bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam keterangannya, Hj. Mahdalena menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa bencana.
“Ini adalah musibah yang tidak kita inginkan. Saya berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Lido. Kita akan terus berupaya menghadirkan solusi, termasuk mendorong bantuan lanjutan dari pemerintah,” ujarnya.
Seperti diketahui, kebakaran yang terjadi pada 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WITA itu diduga akibat korsleting listrik dan dengan cepat melalap permukiman warga. Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak dan kehilangan tempat tinggal.
Adapun warga yang terdampak antara lain:
Haerul (38), Petani
Feriman (47), Petani
Juniansyah (35), Petani
Ruslan (47), Petani
Wahyudin (46), Petani
Andon (47), Petani
Rangga (28), Staf Desa
Fujianu (49), Ibu Rumah Tangga
Sri Andriani (40), Ibu Rumah Tangga
Fahrudin (45), Petani
Edi Supriadin (47), Guru
Alimudin (37), Petani
Mandalio (80), Ibu Rumah Tangga
Murni (75), Ibu Rumah Tangga
Aldi (25), Wiraswasta
Saat ini, sebagian besar korban masih mengungsi di rumah kerabat dan membutuhkan bantuan lanjutan, terutama untuk pemulihan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran berbagai pihak, termasuk wakil rakyat di tingkat pusat, diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan serta memberikan harapan baru bagi para korban untuk bangkit kembali. (Red)


