-->

Notification

×

Tak Bisa Ditunda, Kolam Retensi Taman Ria Harus Rampung 2026

Friday, May 15, 2026 | May 15, 2026 WIB | 2026-05-15T09:35:39Z
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bima, Ery Irawadin,

KOTA BIMA, TM — Pembangunan Kolam Retensi Taman Ria di Kota Bima didorong untuk segera dituntaskan paling lambat tahun 2026. Proyek ini dinilai menjadi solusi strategis dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya di wilayah rawan seperti Kelurahan Monggonao dan sekitarnya.


Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bima, Ery Irawadin, menegaskan bahwa penyelesaian kolam retensi tersebut tidak bisa ditunda. Menurutnya, Kota Bima memiliki pola siklus banjir yang cenderung berulang setiap sekitar sepuluh tahun, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang konkret dan berkelanjutan.


“Kolam Retensi Taman Ria harus dituntaskan pada tahun 2026. Ini penting mengingat ancaman banjir yang berulang dalam siklus sepuluh tahunan merupakan risiko terbesar bagi Kota Bima,” tegas Ery.


Ia menjelaskan, keberadaan kolam retensi nantinya akan berfungsi sebagai penampung sementara debit air hujan yang tinggi, sehingga mampu mengurangi tekanan pada sistem drainase kota yang selama ini kerap tidak mampu menampung lonjakan volume air.


Lebih lanjut, Ery menyebut bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan bagian dari upaya penyelamatan masyarakat dari potensi bencana yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial.


“Ke depan, kolam ini akan menjadi pelindung utama bagi masyarakat di Kelurahan Monggonao dan wilayah sekitarnya dari ancaman banjir,” ujarnya.


Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, baik dari sisi anggaran, kualitas konstruksi, maupun pengawasan di lapangan.


Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga fungsi kolam retensi juga dinilai penting, terutama dalam hal menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mengganggu sistem aliran air.


Dengan percepatan pembangunan Kolam Retensi Taman Ria, diharapkan Kota Bima dapat keluar dari siklus bencana banjir yang selama ini menghantui, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap perubahan iklim. (Red

×