-->

Notification

×

Bupati Bima Raih Penghargaan Kemendagri Awards 2026, Sukses Kendalikan Inflasi dan Tekan Kemiskinan

Wednesday, May 20, 2026 | May 20, 2026 WIB | 2026-05-20T01:46:44Z

Pemerintah Kabupaten Bima kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Bupati Bima, Ady Mahyudi, menerima penghargaan pada ajang Kemendagri Awards 2026 dalam kategori Pengendalian Inflasi

BIMA, TM – Pemerintah Kabupaten Bima kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Bupati Bima, Ady Mahyudi, menerima penghargaan pada ajang Kemendagri Awards 2026 dalam kategori Pengendalian Inflasi, Selasa malam (19/5) di Ballroom Hotel Merumatta, Senggigi.


Dalam ajang yang diikuti pemerintah daerah se-Nusa Tenggara dan Maluku tersebut, Kabupaten Bima berhasil meraih Terbaik II tingkat kabupaten, sekaligus membawa pulang trofi dan hadiah dana sebesar Rp2 miliar.


Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi melalui kebijakan yang konsisten, pelaporan yang tertib, serta dukungan anggaran yang efektif dan terukur.


Pada kategori yang sama, Kabupaten Sumba Timur meraih Terbaik I dengan hadiah Rp3 miliar, sementara Kabupaten Maluku Tenggara menempati posisi Terbaik III dengan hadiah Rp1 miliar.


Pengendalian Inflasi Terintegrasi dengan Penanganan Kemiskinan


Bupati Bima menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan program strategis daerah yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.


“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas kesehatan berjalan efektif,” ujarnya.


Keberhasilan pengendalian inflasi di Kabupaten Bima tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan program penurunan kemiskinan dan percepatan penanganan stunting.


Anggaran Ratusan Miliar untuk Tekan Kemiskinan


Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, menjelaskan bahwa upaya penurunan kemiskinan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.


Sebanyak 16 perangkat daerah dan 21 puskesmas terlibat dengan dukungan 127 sub kegiatan serta total anggaran mencapai Rp248,2 miliar.


Program difokuskan pada tiga strategi utama:


Pengurangan beban pengeluaran masyarakat (PKH, BPNT, bantuan sosial, BLT Desa)


Peningkatan pendapatan melalui pelatihan dan bantuan usaha


Penanganan kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar


Hasilnya, angka kemiskinan Kabupaten Bima pada tahun 2025 turun menjadi 12,59%, sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,41%.


Penanganan Stunting Lampaui Target


Selain itu, Pemkab Bima juga mengalokasikan Rp53,86 miliar untuk percepatan penurunan stunting yang melibatkan 13 perangkat daerah.


Berbagai intervensi dilakukan secara terpadu, mulai dari layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, sanitasi, hingga edukasi masyarakat.


Capaian tahun 2025 menunjukkan hasil signifikan, di mana angka stunting berhasil ditekan hingga 12,22%, melampaui target 17,33%.


Peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah


Dalam menjaga stabilitas harga, Bupati dan Wakil Bupati didukung oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Bima.


Tim ini diketuai Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, dengan sekretaris Iwan Setiawan.


TPID memiliki tugas menyusun kebijakan pengendalian inflasi daerah, melakukan koordinasi lintas sektor, serta memastikan kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif di daerah.


Komitmen Berkelanjutan


Keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Bima terus menunjukkan komitmen dalam membangun daerah yang sehat, mandiri, dan sejahtera.


Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. (Red

×