![]() |
| Ilustrasi kasus pencurian di Sekolah |
BIMA, TM – TK Pembina Sanggar, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, mempertanyakan perkembangan laporan kasus kehilangan fasilitas sekolah berupa mesin air (Sanyo) yang telah dilaporkan ke Polsek Sanggar, Jumat 6 Maret 2026 lalu.
Salah seorang guru mengungkapkan, laporan kehilangan tersebut telah disampaikan secara resmi oleh pihak sekolah. Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait tindak lanjut dari aparat kepolisian.
“Kami sudah memasukkan laporan kehilangan Sanyo sekolah. Bahkan kami menduga mengetahui siapa yang mengambilnya, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan atau tindak lanjut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bukan hanya di TK Pembina Sanggar, kasus kehilangan serupa juga terjadi di sekolah lain di wilayah tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pihak sekolah dan masyarakat.
Menurutnya, laporan tersebut diajukan oleh stafnya karena saat kejadian dirinya sedang menjalankan tugas monitoring di sekolah lain.
“Laporan dimasukkan oleh Ibu Yu dan Bu Lia ke Polsek, karena saat itu saya tidak berada di sekolah,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Sanggar, Iptu Eric As Ary melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan saat ini masih melakukan penyelidikan (lidik).
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Terduga pelaku masih kami dalami. Pelapor belum mengetahui identitas pasti pelaku, dan saksi-saksi juga tidak ada yang melihat langsung kejadian tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian melalui Kanit Intel dan anggota Bhabinkamtibmas terus melakukan pengumpulan informasi di lapangan guna mengungkap kasus tersebut.
“Anggota masih terus mencari informasi dan mendalami kasus ini,” tutupnya.
Kasus ini diharapkan segera menemukan titik terang, mengingat fasilitas sekolah yang hilang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar di lingkungan TK Pembina Sanggar. (Red)


