![]() |
| Ikustrasi |
KOTA BIMA, TM — Harapan baru menyelimuti pasangan suami istri, Siti Mariam dan Jaharudin, warga Lingkungan Sigi RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, setelah rumah mereka yang nyaris roboh akhirnya masuk dalam prioritas program bedah rumah tahun 2026.
Kondisi rumah yang memprihatinkan itu sebelumnya viral di tengah masyarakat dan memicu gelombang keprihatinan publik. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Paruga bersama Pemerintah Kecamatan Rasanae Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Sekretaris Lurah (Seklur) Paruga, Muhidin, SE, mengungkapkan bahwa peninjauan dilakukan bersama lurah dan camat setempat sesaat setelah informasi tersebut mencuat ke publik.
Dari hasil peninjauan, terungkap bahwa kendala utama yang membuat rumah tersebut belum tersentuh program bantuan selama ini adalah persoalan status kepemilikan lahan.
“Kendala utamanya adalah status lahan yang masih merupakan warisan keluarga. Secara administrasi, hal ini menjadi penghambat untuk mendapatkan bantuan dari Dinas Perkim maupun Dinas Sosial,” jelas Muhidin, dilansir Metromini Media Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam. Upaya penyelesaian kini tengah dipercepat dengan rencana memanggil seluruh anggota keluarga besar guna membahas legalitas lahan agar program bantuan dapat segera direalisasikan.
Langkah konkret pun mulai dilakukan. Bantuan kemanusiaan dari Baznas Kota Bima telah disiapkan untuk meringankan beban keluarga, sementara sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menjadikan kasus ini sebagai prioritas penanganan.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima, H. Agus Purnama, menegaskan bahwa rumah Siti Mariam telah resmi masuk dalam daftar prioritas program bedah rumah tahun 2026.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Bima juga akan menyalurkan bantuan awal sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi darurat yang dihadapi keluarga tersebut.
Kasus ini menjadi cerminan bahwa persoalan administrasi lahan masih menjadi salah satu hambatan utama dalam penyaluran program bantuan rumah layak huni. Namun, dengan koordinasi lintas sektor yang kini berjalan, harapan akan hunian yang aman dan layak bagi Siti Mariam dan keluarga semakin terbuka lebar. (Red)


