![]() |
| Suasana warga saat mengambil air bantuan / Google. Metromini |
Kota Bima,.TM – Krisis air bersih di Kelurahan Tanjung kembali menjadi sorotan publik. Warga mengeluhkan pasokan air yang tak kunjung mengalir, bahkan disebut sudah berlangsung hampir dua tahun tanpa kejelasan.
Keluhan itu disampaikan oleh seorang warga melalui akun Facebook bernama Fans Aja Syifa. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena air bersih tidak pernah mengalir, padahal sebelumnya kondisi tersebut tidak pernah terjadi.
“Air bersih itu sudah hampir 2 tahun tidak pernah keluar. Tapi kenapa waktu masih menjabat Wali Kota H. Rum, airnya baik-baik saja,” ungkap Fans, warga Kelurahan Jatiwangi yang memiliki usaha di Kelurahan Tanjung, Selasa, 17 Maret 2026.
Pernyataan tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, jaringan pipa air di wilayah tersebut tergolong baru, namun distribusi air tetap tidak berjalan normal.
Dilansir median Metromin.info, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima, Fachrurozi, menjelaskan bahwa penanganan air bersih di Kelurahan Tanjung menjadi tanggung jawab pihaknya.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sejak tahun 2025 dan akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026.
“Untuk penyambungan pipa menuju Kelurahan Tanjung, sudah kami anggarkan lewat DAU 2025 dan DAU 2026. Insya Allah, melalui anggaran tahun ini masalah air bersih di Tanjung bisa teratasi,” ujarnya.
Meski demikian, warga berharap langkah konkret segera direalisasikan. Mereka menilai kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, sehingga pemerintah diminta tidak hanya menyampaikan rencana, tetapi juga memastikan distribusi air kembali normal dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu realisasi janji tersebut sembari berharap krisis air bersih di wilayah Tanjung segera berakhir. (Red)


