![]() |
| Ilustrasi / Google Metromini |
Kota Bima, TM – Menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal menghitung hari, keresahan melanda sejumlah guru P3K paruh waktu di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga H-3 lebaran, gaji yang mereka nantikan belum juga cair.
Tak hanya terjadi di tingkat Sekolah Dasar (SD), kondisi serupa juga dialami guru di jenjang lain, termasuk SMK. Para guru mengaku kecewa karena telah menjalankan tugas secara profesional, namun hak mereka belum dipenuhi.
Keluhan ini ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah guru bahkan menyebut keterlambatan pembayaran gaji sudah berlangsung hingga bulan ketiga. Situasi ini dinilai sangat memberatkan, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang lebaran.
“Profesional kerja saja yang dituntut, tapi hak orang diabaikan. Apakah tidak berpikir kebutuhan orang-orang ketika Hari Raya?” tulis salah satu warganet dengan nada kecewa, Rabu (18/3/2026).
Selain itu, para guru juga mengeluhkan beban ekonomi yang semakin berat, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga dan kebutuhan anak yang meningkat saat momen lebaran.
Gelombang protes pun menguat melalui media sosial dengan munculnya tagar seperti #SaveGuruSD, #P3KPW, dan #KotaBima. Tagar tersebut menjadi bentuk desakan agar pemerintah daerah segera merespons dan menyelesaikan persoalan keterlambatan pembayaran gaji tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Bima terkait penyebab keterlambatan gaji guru P3K paruh waktu tersebut. (Red)


