![]() |
| Ilustrasi |
Bima, - Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sorot pekerjaan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dinas PUPR Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp3.457.830.000 dikerjakan oleh CV. Megah,.beralamat di Kelurahan Penatoi, Kota Bima.
Ketua BPD Desa Labuan Kananga, Hamdin mengungkapkan, Pekerjaan SPAM di Desa tersebut pihak pelaksana dituding tidak pernah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa. Bahkan air mengaliri ke rumah penerima manfaat.
“Dari awal pekerjaan tidak pernah berkoordinasi dengan pihak desa. Air terakhir mengalir itu saat acara Selasa Menyapa Pemkab Bima bulan Desember 2025, itupun tidak menyeluruh ke semua SR,” ungkapnya Rabu (4/3/2026).
Hamdin juga menyoroti proses serah terima pengelolaan ke KPSPAM yang disebutnya hanya bersifat simbolis.
“Penyerahan ke KPSPAM hanya dilakukan secara simbolis oleh wakil bupati pada acara Selasa Menyapa, dan diterima Sekretaris Desa saat itu,, tidak ada berita acara serah terima secara tertulis hingga saat ini” tambahnya.
Hamdin menduga persoalan teknis menjadi penyebab utama air tidak mengalir optimal. Salah satunya karena jaringan perpipaan disebut menumpang pada bak penampung lama milik Desa Oi Bura, sehingga debit air menjadi terbatas.
“Kemungkinan karena jaringan menempel pada bak penampung milik Desa Oi Bura, jadi debit air kurang dan tidak mampu menjangkau semua SR,” tegasnya.
Warga Menunggu Kepastian
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Terlebih. Warga kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah dan pihak pelaksana untuk memastikan proyek miliaran rupiah itu benar-benar berfungsi, bukan sekadar selesai di atas kertas.
Menanggapi sorotan Ketua BPD tersebut, pihak pelaksana mengakui pengaliran air ke penerima maaf memang bermasalah saat ini karena adanya belasan pipa yang patah.
"15 batang yang kita bawa ulang. Titik patahnya pipa diatas bak itu ada 15 titik. Alhamdullah itu diganti semua dan air sudah mengalir. Kalau dusun Karano, Kampung Bali sudah mengalir semua. Tinggal. di Labuan Kenanga dan insya allah akan selesai pemasangan hari ini," ujar Arif Ramdani dihubungi Media ini melalui Whatsapp saat memantau perbaikan pipa lokasi Proyek Kamis (5/3/2026).
Pihaknya juga membantah tudingan ketua BPD mengambil Air pada Bak lama di Desa tersebut. Bahkan ia meluruskan informasi yang beredar adanya informasi pihak pelaksana tidak pernah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa terkait pekerja proyek SPAM di Desa tersebut.
"Tidak benar kita ambil di Bak lama, yang kina gunakan sekarang pengambilan Bak baru yang kita bangun. Panjangnya 2,5 meter dan tingginya 1,7 meter. Kita tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa dan kepala desa," terang.
Sebagai ingormasi, Pekerjaan SPAM di Desa Labuan Kananga menggunakan APBD Tahun 2026 sebesar Rp3.457.830.000, dikerjakan oleh CV. Megah,.beralamat di Kelurahan Penatoi, Kota Bima.
Pada program tersebut,.ada 380 penerima manfaat di tiga dusun, yakni Karano KG (27 kran), KP Bali (30 kran), dan Labuan Kananga (323 kran).(Red)


