![]() |
| Program selasa menyapa di Kecamatan Parado Kabupaten Bima. |
Bima, TM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Desa Peradwan dan Desa Kanca, Kecamatan Parado, saat Pemerintah Kabupaten Bima kembali menggelar program Selasa Menyapa. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi menjelma sebagai ruang pertemuan yang humanis antara pemerintah dan masyarakat.
Pada malam hari, masyarakat tampak duduk lesehan bersama jajaran pemerintah daerah dalam suasana santai “ngopi bareng”. Tanpa sekat formalitas, warga menyampaikan langsung berbagai cerita, harapan, hingga kebutuhan mereka. Di tengah suasana sederhana itu, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Irfan Zubaedy hadir, mendengar satu per satu aspirasi masyarakat dengan penuh perhatian.
Kehadiran pimpinan daerah di tengah warga menjadi simbol bahwa kedekatan tidak harus dibangun dengan kemewahan, melainkan melalui kesederhanaan dan komitmen untuk selalu hadir bersama rakyat.
Memasuki pagi hari, aktivitas berlanjut di lapangan Desa Peradwan yang dipadati warga sejak dini hari. Anak-anak datang bersama orang tua mereka, para lansia menanti giliran pemeriksaan, sementara tenaga kesehatan mulai sibuk memberikan pelayanan.
Beragam layanan kesehatan disediakan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan gigi, sunatan massal, hingga edukasi tentang gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda.
Momen-momen haru pun mewarnai kegiatan tersebut. Anak-anak yang semula takut memeriksakan gigi akhirnya tersenyum setelah diajak bercanda oleh petugas. Para lansia yang lama tidak memeriksa kesehatan tampak lega setelah mendapatkan pelayanan. Sementara itu, para ibu dengan antusias mengikuti edukasi kesehatan keluarga.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, hingga Puskesmas Parado yang menjadi garda terdepan pelayanan di lapangan.
Program Selasa Menyapa di Kecamatan Parado kali ini terasa istimewa. Bukan hanya karena ramainya kegiatan, tetapi karena hangatnya kebersamaan dan nyata hadirnya pelayanan di tengah masyarakat.
Dari malam “ngopi bareng” yang sederhana hingga pelayanan kesehatan di lapangan desa, semuanya menyampaikan pesan yang kuat: masyarakat tidak sendiri. Pemerintah dan berbagai pihak hadir, bergerak, dan peduli bersama mereka.
Lebih dari sekadar kegiatan, Selasa Menyapa menjadi wujud nyata bahwa pelayanan publik yang baik adalah yang mampu hadir, mendengar, dan melayani masyarakat dengan hati. (Red)


