-->

Notification

×

Pencarian Berakhir, Dua dari Enam Pemancing di Perairan Baku Ditemukan Meninggal Dunia

Monday, October 12, 2026 | October 12, 2026 WIB | 2026-10-12T03:04:35Z

Operasi pencarian terhadap korban terseret ombak di Perairan Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima

BIMA, TM – Operasi pencarian terhadap korban terseret ombak di Perairan Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, akhirnya berakhir. Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota Polda NTB bersama Basarnas Bima berhasil menemukan korban terakhir, Muhidir (47), dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.


Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian terhadap enam orang pemancing yang mengalami musibah terseret ombak saat memancing di Perairan Baku pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 22.10 Wita.


Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Polairud IPTU Syarif Rijaidinsyah, S.H., menyampaikan bahwa Muhidir merupakan korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan belum ditemukan.


Memasuki hari kedua pencarian, personel Sat Polairud Polres Bima Kota bersama Tim Basarnas Bima kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan mengambang di permukaan laut, sekitar 10 meter dari titik lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP).


Setelah ditemukan, tim SAR gabungan segera mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke Puskesmas Langgudu guna penanganan lebih lanjut.


Dengan ditemukannya Muhidir, seluruh korban dalam peristiwa tersebut telah berhasil ditemukan. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara resmi dihentikan pada pukul 13.30 Wita.


Dua Orang Meninggal Dunia, Empat Selamat


Berdasarkan data kejadian, enam orang pemancing menjadi korban dalam insiden tersebut. Empat orang berhasil selamat, yakni Abdul Rajak (50), Bambang (50), Hudi (50), dan Madi Lau (46).


Sementara itu, dua korban lainnya meninggal dunia. Korban pertama, Nifsu Sa'aban (32), ditemukan pada Sabtu (10/10/2026), sedangkan Muhidir (47) ditemukan sehari kemudian, Minggu (11/10/2026).


Keberhasilan penemuan korban terakhir ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi personel Sat Polairud Polres Bima Kota dengan Basarnas Bima dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan.


Operasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi antarpersonel dalam upaya pencarian korban di laut, terutama ketika menghadapi kondisi perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan.


Masyarakat Diimbau Utamakan Keselamatan


Polres Bima Kota mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang melakukan aktivitas memancing di wilayah pesisir maupun perairan laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, tinggi gelombang, serta faktor keselamatan sebelum melaut.


Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di perairan yang berpotensi membahayakan jiwa dan senantiasa mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.


Atas musibah tersebut, Polres Bima Kota menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua korban yang meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.


Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR di Perairan Baku resmi berakhir. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi laut demi mencegah terjadinya musibah serupa. (Red) 

×