![]() |
| Proses pemadaman Api di Kawasan Taman Nasional (TN) Tambora |
Bima, TM – Kawasan Taman Nasional (TN) Tambora kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada 9–11 September 2026, petugas gabungan TN Tambora bersama Manggala Agni dan masyarakat berjibaku melakukan pemadaman kebakaran di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kore dan SPTN Wilayah II Pekat.
Tim yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut terdiri dari Polisi Kehutanan (Polhut), Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), penyuluh, Manggala Agni, jajaran tata usaha, serta masyarakat.
Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Tambora. Ia didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepala SPTN Wilayah I Kore, bersama jajaran petugas yang diterjunkan ke lokasi kebakaran.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Tim harus melewati sejumlah jurang dan punggungan bukit dengan waktu tempuh sekitar 5 hingga 6 jam untuk mencapai titik api.
Meski menghadapi kondisi medan yang sulit, petugas tetap melakukan pemadaman secara maksimal. Upaya pengendalian api dilakukan sejak siang hingga malam hari dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat di dalam maupun sekitar kawasan, khususnya aktivitas penggembalaan ternak dan pencarian madu.
Namun, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Petugas terus melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Kejadian ini kembali menjadi perhatian serius karena kawasan TN Tambora merupakan wilayah konservasi yang memiliki ekosistem penting. Pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Petugas TN Tambora mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar kawasan taman nasional. (Red)


