-->

Notification

×

Ratusan Rumah Adat Sade Dilalap Api, Permukiman Tradisional Berusia 500 Tahun Terbakar Hebat

Sunday, August 23, 2026 | August 23, 2026 WIB | 2026-08-23T13:39:28Z
Kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)


Lombok Tengah, TM – Kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (23/8/2026) malam sekitar pukul 22.00 WITA.


Api dengan cepat membesar dan melalap sejumlah rumah tradisional beratap jerami yang menjadi ciri khas permukiman Suku Sasak tersebut. Kebakaran ini menghanguskan sebagian besar bangunan di kawasan desa adat yang telah dikenal mempertahankan tradisi dan arsitektur khas Sasak selama lebih dari 500 tahun.


Warga setempat bersama petugas pemadam kebakaran dan relawan berjibaku memadamkan kobaran api serta mencegah api merembet ke bangunan lainnya.


Hingga saat ini, jumlah pasti rumah yang terbakar masih dalam proses pendataan. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan keluarga dilaporkan terdampak dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Kebakaran tersebut juga menjadi perhatian serius karena Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Pulau Lombok. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Suku Sasak dengan rumah-rumah tradisional yang masih mempertahankan bentuk dan nilai-nilai adat secara turun-temurun.


Untuk mengungkap penyebab kebakaran, anggota Polda NTB bersama personel Polres Lombok Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan sumber dan penyebab pasti munculnya api.


Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD Lombok Tengah terus melakukan pendataan terhadap rumah dan warga yang terdampak, termasuk menghitung kerugian akibat kebakaran serta menyiapkan langkah penanganan dan bantuan bagi para korban.


Kebakaran Desa Adat Sade menjadi duka bagi masyarakat Lombok, terlebih kawasan tersebut bukan hanya merupakan permukiman warga, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya dan identitas masyarakat Sasak yang telah bertahan selama ratusan tahun. (Red


Sumber: Kompas.com

×