![]() |
| Calon Kepala Desa Pong, Hamzah |
BIMA, TM — Nama Hamzah mulai mencuat sebagai salah satu figur yang mendapat dorongan dari masyarakat untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
Dorongan tersebut muncul karena Hamzah dinilai memiliki kapasitas dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa Desa Piong ke arah yang lebih baik. Sejumlah warga melihat sosoknya sebagai figur yang mampu berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat serta memahami persoalan yang dihadapi desa.
Berbekal dukungan dan aspirasi masyarakat, Hamzah disebut mulai memantapkan langkah untuk ikut bertarung dalam Pilkades Piong.
Bagi masyarakat, kepemimpinan desa bukan hanya persoalan memenangkan kontestasi, tetapi bagaimana seorang kepala desa mampu menjadi pelayan masyarakat, membangun komunikasi yang terbuka, serta menghadirkan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Hamzah pun diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pembangunan Desa Piong apabila nantinya mendapat amanah dari masyarakat.
“Kalau masyarakat meminta dan memberikan kepercayaan, tentu ini menjadi sebuah tanggung jawab yang harus dipertimbangkan dengan serius. Menjadi kepala desa bukan sekadar jabatan, tetapi amanah untuk melayani dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Hamzah Jum'at (14/8/2026).
Ia menegaskan bahwa apabila diberikan kesempatan untuk memimpin, dirinya akan mengedepankan kebersamaan dan keterbukaan dalam menjalankan pemerintahan desa.
Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan, lembaga desa serta seluruh elemen masyarakat agar setiap kebijakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Hamzah juga berkomitmen untuk mendorong penguatan sektor-sektor yang menjadi potensi Desa Piong, termasuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan pelayanan pemerintahan desa serta pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bukan Sekadar Kontestasi
Pilkades, kata Hamzah, harus dipandang sebagai momentum bagi masyarakat untuk menentukan sosok pemimpin yang memiliki integritas, kemampuan bekerja dan kemauan untuk turun langsung mendengar aspirasi warga.
Ia berharap proses demokrasi di Desa Piong nantinya berlangsung aman, damai dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.
“Siapa pun yang mendapat kepercayaan masyarakat nantinya, kita berharap dapat membawa Desa Piong menjadi lebih maju. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat menjadi renggang,” katanya.
Dukungan warga terhadap Hamzah menjadi bagian dari dinamika politik desa menjelang Pilkades. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat melalui proses pemilihan yang demokratis.
Dengan munculnya sejumlah figur yang mulai mendapat dukungan, kontestasi Pilkades Piong diperkirakan akan semakin menarik. Masyarakat kini memiliki kesempatan untuk menilai rekam jejak, visi, integritas dan kemampuan masing-masing calon sebelum menentukan pilihan. (Red)


