-->

Notification

×

Diduga Sindir Pemain di Facebook, Oknum Panitia Kades Cup I Desa Kore Disorot, Netralitas Penyelenggara Dipertanyakan

Thursday, August 6, 2026 | August 06, 2026 WIB | 2026-08-06T09:44:59Z

Potongan unggahan akun Salah seorang Panitia Kade Cup I Desa Korea. Tambora Media / AI

BIMA, TM – Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang diduga dibuat oleh salah seorang panitia Turnamen Kades Cup I Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, menuai sorotan dan kritik dari pecinta olahraga bola voli di wilayah Kecamatan Sanggar.


Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook Elang Al Fathih yang diduga menyindir salah satu pemain dari tim voli putri yang tampil pada ajang Turnamen Kades Cup I beberapa hari lalu.


Dalam unggahannya, akun tersebut menulis kalimat berbahasa Bima yang berbunyi:


"Warga Mbuju Wati Waa ne'e vidio hina ba Bola pemain lain ri. Oo Andini Riski pas poda vidio weha Sa'e mu ke."


Unggahan itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah warganet menilai isi unggahan tersebut tidak pantas apabila benar diunggah oleh seseorang yang merupakan bagian dari kepanitiaan turnamen.


Salah satu akun Facebook bernama Kinan Ayudia secara terbuka menyampaikan keberatan. Menurutnya, jika akun tersebut benar merupakan milik anggota panitia, maka tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap netral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh penyelenggara sebuah kompetisi olahraga.


Dalam unggahannya, ia menulis:


"Lewat akun resminya salah satu dari anggota kepanitiaan Voly Cup Desa Kore secara terang-terangan mengucilkan pemain dari Desa Piong. Baik dari isi status maupun komentarnya sangat tidak mencerminkan dan tidak punya adab sebagai kepanitiaan. Yang seharusnya kepanitiaan bersifat netral dan hanya memberikan informasi."


Ia juga meminta Ketua Panitia Turnamen Kades Cup I Desa Kore untuk mengambil langkah pembinaan terhadap oknum yang dimaksud agar sportivitas dan kondusivitas pertandingan tetap terjaga.


"Oknum ini dengan sengaja mengata-ngatai pemain. Tolong Ketua Panitia Kore kondisikan salah satu anggotanya yang tidak menjunjung tinggi sportivitas olahraga. Ini teguran pertama. Sorak-sorai antar suporter itu hal biasa, tetapi yang tidak biasa jika penyakit itu justru datang dari panitia," tulisnya.


Polemik tersebut memantik perdebatan di media sosial. Sebagian warganet berharap panitia penyelenggara tetap menjaga profesionalisme, netralitas, serta etika selama turnamen berlangsung agar tidak memicu gesekan antarsuporter maupun antarpeserta.


Dalam sebuah kompetisi olahraga, panitia memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas penyelenggaraan, memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh peserta, serta menghindari tindakan atau pernyataan yang dapat menimbulkan kesan keberpihakan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari akun Facebook Elang Al Fathih maupun dari Ketua Panitia Turnamen Kades Cup I Desa Kore terkait unggahan yang menjadi polemik tersebut.


Tambora Media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan memberikan ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila klarifikasi telah diperoleh, berita ini akan diperbarui agar memuat keterangan dari seluruh pihak secara berimbang. (Red)

×