-->

Notification

×

Wabup Bima Respons Keluhan Petani Piong, Dam Mini Jebol 12 Meter Segera Dibahas untuk Ditangani

Thursday, July 30, 2026 | July 30, 2026 WIB | 2026-07-30T09:24:08Z

Wakil Bupati Bima, dr. Irfan Zubaedy,

BIMA, TM – Pemerintah Kabupaten Bima merespons cepat keluhan petani di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, terkait rusaknya Dam Mini yang berada di belakang Kantor Desa setempat. Infrastruktur irigasi tersebut jebol sepanjang sekitar 12 meter akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu dan hingga kini belum mendapat perbaikan.


Wakil Bupati Bima, dr. Irfan Zubaedy, memastikan persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia mengatakan, seluruh infrastruktur Dam yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bima telah didata oleh dinas terkait, termasuk Dam Mini di Desa Piong.


“Suruh Kepala Desa menghadap saya. Nanti saya panggil Bappeda dan dinas-dinas terkait untuk membahas masalah ini. Terkait kondisi Dam di Desa Piong, sudah didata semua oleh dinas terkait. Selanjutnya, kita akan menentukan solusi atau jalan keluaran yang paling realistis, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan petani di Desa Piong,” ujar dr. Irfan seusai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Kamis (30/7/2026).


Menurutnya, perbaikan infrastruktur pertanian menjadi salah satu perhatian penting pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan menyukseskan program pemerintah pusat maupun provinsi.


“Hal ini menjadi penting karena tema besar yang menjadi perhatian pemerintah pusat, provinsi, dan daerah adalah peningkatan hasil pertanian. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang kemudian masuk dan dilaksanakan di daerah,” jelasnya.


Kerusakan Dam Mini tersebut kini berdampak serius terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Piong, khususnya di kawasan So Na’e, mengalami kekeringan karena pasokan air ke persawahan terhenti total.


Kondisi tersebut terjadi di tengah masa tanam padi yang sedang berlangsung. Para petani pun menghadapi ancaman gagal panen akibat tidak tersedianya air untuk mengairi lahan mereka.


Petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki Dam Mini tersebut. Sebab, keberadaan infrastruktur irigasi itu sangat vital dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan masyarakat Desa Piong.


Respons Wakil Bupati Bima diharapkan menjadi langkah awal bagi percepatan penanganan kerusakan Dam Mini, sehingga kebutuhan air petani dapat kembali terpenuhi dan ancaman gagal panen bisa diminimalisir.(Red)

×