![]() |
| kondisi SDN Sukamaju Wera dan SDN Kalemba di Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu |
Bima, TM – Kondisi sejumlah bangunan sekolah dasar di Kabupaten Bima yang dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah SDN Sukamaju di Desa Hidirasa, Kecamatan Wera, yang disebut telah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan.
Sorotan tersebut disampaikan oleh akun Facebook Jamiel Babuju melalui unggahannya yang mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sekolah tersebut. Ia menyebut bahwa masyarakat telah berulang kali menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Bima segera melakukan rehabilitasi, namun hingga kini belum ada realisasi.
Menurutnya, kondisi SDN Sukamaju tidak jauh berbeda dengan SDN Kalemba di Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu, yang sebelumnya juga viral di media sosial karena bangunannya mengalami kerusakan cukup parah.
"Kami memohon perhatian khusus Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy agar kedua sekolah ini segera diperbaiki. Kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan terasa seperti kandang sapi dan ayam," tulis Jamiel Babuju dalam unggahannya.
Ia juga menyoroti kondisi atap dan bangunan sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan guru maupun siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. Menurutnya, setiap hari mereka harus bertaruh nyawa berada di dalam ruang kelas yang sudah rusak.
Jamiel berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi musibah baru mengambil tindakan. Ia mengingatkan bahwa persoalan tersebut menyangkut keselamatan anak-anak serta masa depan pendidikan di Kabupaten Bima.
"Hal semacam ini perlu diantisipasi. Jangan sampai ada korban jiwa baru kemudian datang menyampaikan belasungkawa. Ini tentang nyawa dan masa depan pendidikan," tulisnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bima melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi SDN Sukamaju dan SDN Kalemba, sekaligus mengalokasikan anggaran rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bima maupun Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima terkait tindak lanjut atas keluhan masyarakat tersebut. (Red)


