![]() |
| Tambora Media / Al |
Kota Bima, TM – Sosok sederhana namun penuh keteladanan ditunjukkan oleh Pak Rusdin, seorang anggota kepolisian yang dikenal luas sebagai pribadi dermawan. Tidak hanya saat masih aktif bertugas, bahkan setelah memasuki masa pensiun, ia tetap istiqamah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bima.
Bagi Pak Rusdin, berbagi bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari prinsip hidup yang telah ia pegang teguh sejak lama. Setiap bulan, ia menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama, tanpa mengharapkan balasan apa pun.
Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Ujian berat datang ketika sang istri divonis mengidap penyakit kanker. Kondisi tersebut sempat mengguncang keluarganya, baik secara emosional maupun finansial.
“Waktu itu kami benar-benar diuji. Tapi saya percaya, Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang terus berbuat baik,” ungkap Pak Rusdin dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah keterbatasan dan kekhawatiran, Pak Rusdin tidak berhenti bersedekah. Ia justru semakin meningkatkan ibadah sosialnya, meyakini bahwa setiap kebaikan akan kembali dengan cara yang tak terduga.
Keajaiban pun terjadi. Setelah melalui proses pengobatan dan doa yang tiada henti, kondisi sang istri berangsur membaik hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Peristiwa ini menjadi titik balik yang semakin menguatkan keyakinan Pak Rusdin akan kekuatan zakat, infak, dan sedekah.
“Ini bukan karena saya, tapi karena kuasa Allah. Mungkin lewat zakat dan sedekah, Allah bukakan jalan kesembuhan,” ujarnya penuh syukur.
Kisah Pak Rusdin kini menjadi inspirasi bagi banyak orang di Kota Bima. Ia membuktikan bahwa kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak pernah sia-sia, bahkan dapat menjadi jalan datangnya pertolongan di saat paling sulit.
BAZNAS Kota Bima pun mengapresiasi konsistensi dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Pak Rusdin. Mereka berharap kisah ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam berbagi kepada sesama.
Di tengah kehidupan yang penuh tantangan, kisah ini menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang tidak pernah lelah berbuat kebaikan. (Red)


