-->

Notification

×

Jelang Idul Adha, Pemkot Bima Gaspol Kendalikan Inflasi, Operasi Pasar Murah Digelar di 7 Kelurahan

Tuesday, May 12, 2026 | May 12, 2026 WIB | 2026-05-12T07:19:27Z
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bima memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok


Kota Bima, TM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bima memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Mataram, Selasa (12/5/2026).


Rakor tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, bersama Sekretaris Daerah Provinsi NTB, jajaran kepala daerah se-NTB, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, unsur Forkopimda, serta anggota TPID kabupaten/kota.


Dalam arahannya, Sekda Provinsi NTB menyampaikan bahwa kondisi inflasi di wilayah NTB masih relatif terkendali. Ia mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.


Namun demikian, peningkatan permintaan menjelang Idul Adha tetap menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah diminta terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan stok kebutuhan pokok tetap aman.


17 Komoditas Diprediksi Berfluktuasi


Dalam forum tersebut, Feri Sofiyan memaparkan perkembangan harga komoditas strategis di Kota Bima. Ia menjelaskan bahwa pemantauan harga dilakukan setiap hari oleh Dinas Koperindag di Pasar Raya Amahami terhadap 32 bahan pokok yang mencakup 51 jenis komoditas.


Hasil pemantauan menunjukkan adanya potensi fluktuasi pada 17 komoditas utama, seperti beras, cabai, bawang merah, gula, hingga ikan. Bahkan, dalam periode April hingga Mei 2026, tercatat tujuh komoditas mengalami kenaikan harga, tiga komoditas turun, dan sisanya relatif stabil.


“Kondisi ini menjadi perhatian serius kami agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat,” ungkap Feri.


Operasi Pasar Murah dan Penguatan Distribusi


Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bima menyiapkan sejumlah strategi konkret. Salah satunya adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar murah di tujuh kelurahan yang melibatkan Perum Bulog, BUMN, serta distributor lokal.


Melalui program ini, masyarakat akan mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai, dan bawang dengan harga lebih rendah dari pasaran. Puncak kegiatan GPM dijadwalkan berlangsung pada H-3 Idul Adha atau 24 Mei 2026 dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah.


Selain itu, TPID Kota Bima juga memperkuat kerja sama antar daerah dengan Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Lombok Timur hingga Bali untuk menjaga kelancaran pasokan pangan, khususnya telur, beras, cabai, dan komoditas hortikultura.


Komitmen Jaga Stabilitas dan Daya Beli


Feri Sofiyan menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.


“Langkah antisipatif terus kami lakukan sejak dini agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Adha dengan aman, nyaman, dan tenang,” tegasnya.


Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, Forkopimda, serta seluruh anggota TPID, stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kota Bima diharapkan tetap terjaga hingga perayaan Idul Adha. (Red

×