-->

Notification

×

Rimpu Mantika 2026 Sukses Besar, Kemenpar RI Catat Lonjakan Ekonomi dan Penguatan Identitas Budaya Bima

Friday, May 15, 2026 | May 15, 2026 WIB | 2026-05-14T17:07:42Z
Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 / AI Tambora Media
 

KOTA BIMA – Festival Rimpu Mantika 2026 menuai apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia setelah dinilai sukses menghadirkan perpaduan kuat antara pelestarian budaya dan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.


Dalam rapat evaluasi yang digelar Rabu, 13 Mei 2026, Kemenpar RI mencatat bahwa penyelenggaraan festival tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi inovasi, partisipasi masyarakat, hingga kontribusi terhadap sektor ekonomi lokal.


Festival yang mengangkat kain tradisional Rimpu sebagai ikon budaya Bima ini dinilai berhasil dikemas secara kreatif dan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Rimpu tidak hanya tampil dalam parade budaya, tetapi juga merambah ke fashion show, dekorasi acara, hingga kampanye promosi digital yang menjangkau audiens lebih luas.


Lonjakan partisipasi menjadi salah satu indikator keberhasilan. Sekitar 86 ribu peserta dari berbagai elemen masyarakat ikut ambil bagian dalam pawai Rimpu yang membentang sepanjang kurang lebih tiga kilometer di Kota Bima. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan antusiasme publik yang semakin tinggi terhadap pelestarian budaya daerah.


Keterlibatan generasi muda dan kalangan akademisi juga menjadi sorotan penting. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pariwisata menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima dalam proses perencanaan hingga evaluasi dampak ekonomi. Kolaborasi ini dinilai mampu menghadirkan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data.


Selain itu, sistem digitalisasi mulai diterapkan dalam pengelolaan kegiatan, termasuk pendaftaran peserta dan pelaku UMKM. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi menuju penyelenggaraan event yang lebih modern dan efisien.


Dari sisi ekonomi, Festival Rimpu Mantika 2026 memberikan dampak signifikan. Total transaksi selama kegiatan berlangsung tercatat mencapai sekitar Rp1,02 miliar, meliputi sektor UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif.


Permintaan terhadap kain tenun Rimpu juga mengalami peningkatan tajam, menjadikan festival ini tidak hanya sebagai ajang budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal.

Meski demikian, Kemenpar RI tetap memberikan sejumlah catatan perbaikan. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain pengaturan parkir, manajemen keramaian, penambahan papan informasi, serta penyediaan fasilitas umum seperti titik evakuasi, tempat sampah, dan layanan kebersihan.


Pengelolaan lingkungan menjadi perhatian khusus, terutama dalam menjaga kebersihan selama acara berlangsung agar kualitas penyelenggaraan semakin baik di masa mendatang.


Secara keseluruhan, Festival Rimpu Mantika 2026 dinilai berhasil memperkuat posisi Kota Bima sebagai destinasi wisata budaya yang potensial di tingkat nasional. Event ini juga menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(RED


Sumber: Rapat Evaluasi Festival Rimpu Mantoka 2026 - Kementian Pariwisata RI 13 Mei 2026.


×