-->

Notification

×

Pembangunan Kolam Retensi Ama Hami Masuki Tahap Pengamanan, Pagar Proyek Mulai Dipasang

Friday, May 15, 2026 | May 15, 2026 WIB | 2026-05-15T08:07:00Z

Progres pembangunan Kolam Retensi Ama Hami di kawasan Taman Ria (Delakosa) terus menunjukkan perkembangan signifikan


KOTA BIMA, TM — Progres pembangunan Kolam Retensi Ama Hami di kawasan Taman Ria (Delakosa) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap awal pengamanan lokasi, pihak pelaksana proyek mulai melakukan pemasangan boplang atau pagar pembatas di area pekerjaan, Jumat (15/5/2026).


Proyek yang dikerjakan oleh PT Bahagia Bangunnusa (BBN) ini tampak mulai menata area konstruksi dengan lebih sistematis. Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja terlihat memasang rangka pagar menggunakan besi siku yang dilas, kemudian diperkuat dengan cor beton untuk memastikan kekokohan struktur pembatas.


Selain pemasangan pagar, proses pembersihan lokasi juga mulai dilakukan. Sisa material serta pepohonan di sekitar area proyek dibersihkan guna mendukung kelancaran tahapan konstruksi berikutnya.


Salah satu karyawan PT BBN, Gega, menjelaskan bahwa pagar tersebut nantinya akan dilapisi menggunakan seng galvalum sebagai penutup utama demi meningkatkan keamanan area proyek.


“Rangka menggunakan besi siku yang dilas dan dicor, kemudian akan ditutup memakai seng galvalum,” ujarnya. 


Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Kolam Retensi Ama Hami dan penataan kawasan Taman Ria berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didukung oleh World Bank.


Proyek strategis ini berlokasi di Kelurahan Monggonao dan Kelurahan Dara, Kota Bima, dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp62,7 miliar serta masa pelaksanaan selama 540 hari kalender.


Keberadaan kolam retensi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda Kota Bima, khususnya saat intensitas hujan tinggi. Dengan sistem pengendalian air yang lebih terstruktur, proyek ini diharapkan mampu meminimalisir dampak genangan dan meningkatkan ketahanan kota terhadap risiko bencana hidrometeorologi.


Pemasangan boplang menjadi penanda bahwa proyek kini memasuki fase konstruksi yang lebih intensif, sekaligus menunjukkan komitmen pelaksana dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung. (Red

×