![]() |
| Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, SE,. Saat membuka kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) |
Bandung, TM — Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, SE,. resmi membuka kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) yang digelar di Lapangan Aula R.A Kosasih, Rindam III/Siliwangi, Jalan Manado, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026).
Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk generasi santri yang tangguh, religius, dan berjiwa nasionalis. SSC dirancang untuk melahirkan santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan semangat bela negara yang kuat.
“Program ini menargetkan 1.000 santri agar memiliki karakter disiplin, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Kosasih.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan sasaran utama para santri. Program ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Alumni Lemhanas RI yang turut memperkuat materi pembinaan karakter dan kebangsaan.
Sebanyak sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari santri dan santriwati berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan untuk memperkuat nilai-nilai bela negara sejak dini.
Pangdam berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik semangat para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin para santri menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, unsur Forkopimda, Kapolda Jawa Barat, para asisten Kasdam III/Siliwangi, serta Komandan Rindam III/Siliwangi Brigjen TNI Bagus. Hadir pula perwakilan dunia usaha seperti Artha Graha Group dan PT Albasi Karanglayung Indonesia, serta para pimpinan pondok pesantren.
Kegiatan Siliwangi Santri Camp akan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026. Para peserta didampingi sekitar 50 pelatih dengan metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik. Materi yang diberikan meliputi pendidikan bela negara sesuai kurikulum Kementerian Pertahanan RI, serta pembinaan karakter kebangsaan oleh Kodam III/Siliwangi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki komitmen tinggi terhadap keutuhan bangsa dan negara. (Red)


