![]() |
| Mantan Ketua Hanura Kota Bima, Casman Singodimedjo |
BIMA, TM – Dinamika politik di Pulau Sumbawa, lebih khusus di wilayah Bima dan Dompu kembali memanas setelah muncul kritik terbuka dari sejumlah pihak terhadap intensitas dan substansi kunjungan Gubernur NTB pasca pelantikan.
Sorotan datang dari Mantan ketua DPC partai Hanura ( partai Koalisi Ikbal dinda) Casman Singodimedjo atau biasa disapa Bang Casman, yang menilai kunjungan Gubernur NTB Muhammad Iqbal, ke Bima dan Dompu belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama bagi partai-partai koalisi yang selama ini berjuang dalam kontestasi politik.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa meskipun kunjungan telah dilakukan beberapa kali, komunikasi dengan tim koalisi dinilai minim dan cenderung bersifat seremonial. Pertemuan informal seperti “coffee morning” yang sebelumnya dilakukan oleh tokoh lain justru dianggap lebih membangun kedekatan politik dan emosional.
“Koalisi yang berdarah-darah dalam perjuangan politik seharusnya mendapat ruang komunikasi yang lebih intens, bukan sekadar menjadi penonton,” ujar Casman, Jumat (17/4/2026).
Partai-partai seperti PAN, Gerindra, Golkar, Hanura, PSI, hingga Gelora disebut sebagai bagian dari kekuatan politik yang mengharapkan adanya sinergi nyata, bukan sekadar simbolik.
Lebih jauh, kritik juga menyinggung kekhawatiran terhadap kondisi pembangunan daerah, terutama terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dinilai masih tertinggal. Jika tidak ada langkah konkret dan terukur, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memperlebar ketimpangan di tingkat nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Provinsi NTB terkait kritik yang beredar tersebut. Namun, dinamika ini menjadi sinyal bahwa ekspektasi politik dan pembangunan dari koalisi pendukung masih tinggi dan menuntut perhatian serius. (Red)


