![]() |
| Dishub NTB bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan angkutan ternak, khususnya di kawasan pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Jawa. |
Mataram, TM — Menjelang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada Mei mendatang, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan angkutan ternak, khususnya di kawasan pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Jawa.
Kepala Dishub NTB, Drs. Ervan Anwar, M.M, menegaskan bahwa langkah strategis telah disiapkan, salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan pengangkut ternak di lapangan.
“Satgas ini akan memastikan pengaturan berjalan optimal. Kami juga sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar distribusi ternak tetap lancar dan terukur,” ujarnya belum lama ini.
Tak hanya itu, Dishub NTB juga memperluas buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan guna menghindari kemacetan akibat lonjakan kendaraan. Langkah ini dinilai krusial mengingat peningkatan distribusi ternak yang terjadi setiap tahun menjelang Idul Adha.
“Perluasan buffer zone ini sebagai langkah mitigasi agar kendaraan tidak menumpuk di dalam area pelabuhan,” jelasnya.
Dari sisi hulu, pengendalian distribusi juga dilakukan dengan menggandeng Dinas Peternakan. Pengiriman ternak dari daerah sentra seperti Bima dan Sumbawa akan diatur secara bertahap sesuai kondisi pelabuhan.
“Kalau dari hulunya sudah tertata, maka di hilir juga akan lebih lancar. Ini pengendalian terpadu dari daerah asal hingga ke pelabuhan,” tambahnya.
Untuk meningkatkan kapasitas layanan, Dishub NTB juga mengusulkan penambahan dermaga operasional di lintasan penyeberangan Kayangan–Poto Tano. Dari dua dermaga yang ada saat ini, direncanakan menjadi tiga dermaga guna mengakomodasi tingginya arus logistik.
Selain jalur penyeberangan, alternatif distribusi melalui program tol laut turut dimaksimalkan. Kapal tol laut dengan kapasitas hingga 500 ekor ternak per perjalanan disiapkan sebagai opsi tambahan.
“Kami juga mendorong deviasi rute tol laut dari Bima–Tanjung Priok menjadi Bima–Tanjung Perak. Ini untuk mempercepat waktu tempuh distribusi ternak ke Pulau Jawa,” ungkap Ervan.
Dishub NTB juga memastikan kesiapan armada dengan berkoordinasi bersama pemilik kapal dan pemerintah pusat, termasuk terkait perpanjangan masa docking kapal khusus ternak demi menjamin keselamatan operasional.
Sebagai bentuk dukungan kebijakan, pihaknya siap mengajukan surat resmi ke kementerian terkait jika dibutuhkan, guna memperkuat regulasi serta sosialisasi kepada pelaku usaha angkutan ternak.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov NTB optimistis distribusi ternak menjelang Idul Adha dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti, sehingga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi. (Red)


