![]() |
| Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima mulai mengoptimalkan peran 90 tenaga PPPK paruh waktu |
KOTA BIMA, TM — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima mulai mengoptimalkan peran 90 tenaga PPPK paruh waktu dengan menurunkan mereka langsung ke lapangan. Langkah ini menjadi strategi konkret untuk memperkuat pelayanan transportasi sekaligus menjawab persoalan klasik perkotaan seperti kemacetan, parkir liar, hingga minimnya pengawasan di sejumlah titik rawan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima, Is Fahmi, menjelaskan bahwa para tenaga PPPK tersebut kini menjadi garda terdepan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
“Sebagian besar kami tugaskan untuk mengatur lalu lintas di titik rawan macet. Ada juga yang fokus pada penataan parkir, serta ditempatkan di Terminal Jatibaru dan Kumbe,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.
Tak hanya di jalan raya, sebagian personel juga diperbantukan dalam pelayanan uji kir kendaraan di PKB Sambinae. Upaya ini bertujuan meningkatkan efektivitas layanan sekaligus memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan.
Lebih jauh, Dishub juga melibatkan tenaga PPPK dalam penanganan Penerangan Jalan Umum (PJU). Peran ini dinilai krusial mengingat faktor pencahayaan menjadi elemen penting dalam keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Saat ini, tercatat sekitar 3.500 titik lampu PJU tersebar di seluruh wilayah Kota Bima. Setiap malam, petugas melakukan patroli rutin guna memastikan lampu berfungsi optimal, sekaligus menangani titik-titik yang mengalami gangguan.
“Dengan tambahan tugas ini, peran PPPK tidak lagi sebatas pengaturan lalu lintas di siang hari, tetapi juga menyentuh aspek keamanan dan kenyamanan publik secara lebih luas,” tambah Fahmi.
Penempatan tenaga PPPK paruh waktu ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya menambah jumlah personel, tetapi juga memperluas jangkauan layanan Dishub di berbagai sektor vital.
Namun demikian, harapan publik pun mengiringi langkah tersebut. Kehadiran puluhan personel di lapangan diharapkan tidak sekadar menjadi simbol, melainkan mampu menghadirkan perubahan nyata.
Profesionalisme, ketegasan, dan konsistensi menjadi kunci agar kebijakan ini benar-benar berdampak pada ketertiban lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
Kini, Dishub Kota Bima berada di bawah sorotan. Mampukah tambahan 90 personel ini menjawab ekspektasi publik, atau justru berakhir sebagai kebijakan tanpa hasil signifikan?W aktu yang akan membuktikan. (Red)


